Anggota DPR Salahkan Kementerian LHK Gagal Cegah Kebakaran Hutan

PERISTIWA | 17 September 2019 12:13 Reporter : Sania Mashabi

Merdeka.com - Anggota Fraksi Gerindra Bambang Haryo menginterupsi sidang paripurna DPR, Selasa (17/9). Bambang menyampaikan pandangannya terhadap masalah kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Sumatera dan Kalimantan.

Bambang menyalahkan pemerintah dalam hal ini Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Menurutnya, pemerintah gagal melakukan pencegahan.

"Jadi tidak ada kata-kata bahwa hutan kita ini dibakar. Tapi hutan kita terbakar akibat dari perawatan yang sangat kurang baik dari Kementerian Kehutanan," ujar Bambang dalam sidang paripurna di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (17/9).

Bambang menyayangkan pemerintah yang kurang merawat dan melindungi hutan. Padahal berdasarkan UU 41/1999 Pasal 48 ayat 1, pemerintah memiliki kewajiban menjaga hutan. Imbasnya merugikan banyak pihak dan sektor.

"Jadi akibat kebakaran ini berapa kerugian masyarakat. Mulai dari transportasi jalan, juga masalah kesehatan masyarakat juga masalah pariwisata yang sedang kita galak-galakan," ucapnya.

Kementerian LHK mengulangi peristiwa 2015. Kebakaran hutan dan lahan baru bisa padam saat ada hujan. Padahal, kata dia, harusnya dari awal titik api bisa dicegah sebelum besar.

Karena kelalaiannya, KLHK diminta bertanggungjawab. Bambang mengatakan, hukum pidana penjara dan denda bisa disangkakan kepada KLHK.

"Kementerian LHK sudah melanggar asas tanggung jawab negara terhadap lingkungan dan terancam hukuman pidana sesuai pasal 99 ayat 1 UUD 32 tahun 2009 yaitu Penjara 1-3 tahun dan denda Rp3 miliar," kata dia.

Bambang minta pemerintah segera menangani masalah Karhutla karena sudah banyak memakan korban. Dampaknya asap sudah menyelimuti sebagian besar Sumatera dan Kalimantan.

"Kita harapkan hujan moga-moga dalam waktu dekat ada hujan sehingga bisa memadamkan kebakaran itu," pungkasnya.

Baca juga:
Jokowi Klaim Pemerintah Sudah Lakukan Segala Cara Tangani Karhutla
Ini Bukti Kebakaran Hutan di Indonesia Sudah Gawat Darurat
Polda Kalbar Tetapkan 66 Tersangka Karhutla Termasuk 15 Korporasi
Pemprov DKI Jakarta Kirim 65 Petugas Bantu Penanganan Karhutla
Kabut Asap Makin Buruk, Kemensos Siapkan 15 Safe House di Riau

(mdk/ray)