Anggota DPRD Surabaya Temukan Banyak Pedagang Pasar Tradisional Tak Pakai Masker

Anggota DPRD Surabaya Temukan Banyak Pedagang Pasar Tradisional Tak Pakai Masker
PERISTIWA | 1 Juni 2020 05:05 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota DPRD Kota Surabaya, Arif Fathoni melihat masih banyak pedagang dan pembeli di pasar tradisional mengabaikan protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. Salah satunya tidak memakai masker dan jaga jarak.

"Faktanya saya tadi keliling pasar di wilayah Rungkut, banyak pedagang tidak menerapkan protokol kesehatan," kata Anggota Komisi A DPRD Surabaya Arif Fathoni saat inspeksi di Pasar Soponyono, Rungkut, Surabaya, Minggu. Seperti dilansir Antara.

Kehadiran Pemkot Surabaya cukup esensial dalam memberikan edukasi secara terus menerus kepada masyarakat tentang pentingnya menjalankan protokol kesehatan di tengah pandemi COVID-19 ini.

Apalagi kawasan Rungkut masuk zona merah penularan dan penyebaran Covid-19 di Surabaya.

"Pasar-pasar tradisional kurang tersentuh kehadiran pemerintah, hingga potensi penularan terbuka lebar. Saya kira itu paling esensial dari pada berdebat dengan antarinstansi vertikal," ujar Ketua Fraksi Golkar DPRD Surabaya ini.

Perdebatan antarinstansi vertikal yang dimaksud adalah polemik antara Pemkot Surabaya dan Pemprov Jatim terkait pengalihan mobil pinjaman BNPB yang mestinya untuk Surabaya tapi dialihkan ke Lamongan dan Tulungagung oleh Satuan Gugus Tugas Covid-19 Jatim beberapa hari lalu.

Dia berharap wali kota lebih meningkatkan komunikasinya dengan Gubernur Jatim terkait dengan penanganan Covid-19 di Surabaya.

Penanganan Covid-19 tidak hanya soal alat tes, namun bagaimana pemerintah daerah merekayasa interaksi sosial agar warga mematuhi protokol kesehatan secara ketat baik dalam imbauan, penyediaan cairan pembersih tangan dan serta pembagian masker.

"Yang sakit diobati, yang sehat jangan sampai terinfeksi. Caranya adalah pemerintah hadir dalam bentuk rekayasa sosial dengan protokol kesehatan ketat," katanya.

Ketua DPD Partai Golkar Jatim M Sarmuji menambahkan, pengaturan bisa dilakukan dengan lorong yang sempit di Pasar Soponyono Rungkut dibuat jalan searah sehingga tidak berpapasan.

"Jadi sesederhana itu bisa dilakukan," kata Sarmuji.

Koordinator Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Kecamatan Rungkut Erwin Tjahyuadi mengatakan pasar-pasar di Rungkut sudah menerapkan protokol kesehatan seperti halnya memakai masker, menyediakan tempat cuci tangan, jaga jarak dan lainnya.

"Kalau protokol kesehatan sejak diterapkan sejak lama. Cuma masalahnya pada saat menjelang Lebaran pengunjung di pasar membludak. Ini sudah biasa terjadi setiap Lebaran," katanya.

Selain itu, ada sekitar 100 pedagang di Pasar Soponyono dan Pasar Pahing, Kecamatan Rungkut menjalani tes cepat pada 23 Mei lalu.

Hasil dari tes cepat seorang pedagang di Pasar Soponyono dinyatakan reaktif dan enam orang di Pasar Pahing juga dinyatakan reaktif. (mdk/noe)

Baca juga:
Jokowi: Situasi Sulit Masih akan Dihadapi, Perlu Daya Juang Kita untuk Melewati
KPU Godok Wacana Kampanye Online Cegah Penyebaran Covid-19
KPU Koordinasi dengan Kemenkes Rumuskan Protokol Covid-19 untuk Pilkada 2020
Cegah Salah Paham, Kemendagri Revisi Imbauan soal ASN Pengguna Ojek Online
Perpanjang PSBB di Tangsel, Airin Bolehkan Rumah Ibadah dan Kios Dibuka Kembali
Mulai 2 Juni 2020 Kota Tasikmalaya Jalani New Normal

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Putar Otak Bisnis Ritel Hadapi Corona

5