Anggota Komisi III Ingatkan Yasonna: Menteri Seharusnya Mengayomi Masyarakat

PERISTIWA | 22 Januari 2020 21:33 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi Demokrat Santoso mengingatkan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly turut bertanggungjawab memperbaiki kondisi sosial, ekonomi, budaya. Sehingga, dia menambahkan, justru memperkeruh kondisi sosial masyarakat dengan pernyataan kontra produktif.

Pernyataan ini menanggapi komentar Yasonna yang menyebut Tanjung Priok sebagai slum area (daerah kumuh) tempat tumbuh kembangnya kriminal. Santoso menyinggung latar belakang Yasonna sebagai profesor kriminologi bukan menjadi dalil pembenar melontarkan sebuah pernyataan yang memiliki risiko menciptakan gesekan di masyarakat.

"Baju menteri yang melekat di badan Pak Yasonna tidak bisa dilepas dengan mengatakan beliau seorang profesor kriminologi," katanya di Jakarta, Rabu (22/1).

"Bukankah seorang menteri seharusnya mengayomi masyarakat, menciptakan keteduhan, bukan sebaliknya menciptakan kegaduhan," tambah politikus dari dapil Jakarta Utara ini.

Santoso mengungkapkan, seharusnya Yasonna mempertimbangkan sejarah sosial yang hidup di masyarakat Tanjung Priok sebelum memberi penilaian. Terlebih, dia melanjutkan, melabeli dengan daerah miskin dan kriminal.

Dia menerangkan, sejarah membuktikan bagaimana masyarakat Priok berani menentang rezim Orde Baru yang kemudian dikenal dengan 'Peristiwa Tanjung Priok'.

"Artinya warga priok tidak pernah takut menentang kedzoliman, sekalipun itu harus berhadapan dengan penguasa," tutup Santoso.

1 dari 2 halaman

Yasonna Minta Maaf

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly meminta maaf atas pernyataannya yang menyinggung perasaan warga Tanjung Priok. Permintaan maaf dilayangkan Yasonna usai didemo oleh warga Tanjung Priok di depan kantornya.

"Mudah-mudahan, saya akan mencari waktu yang pas untuk bersilaturahim dengan saudara-saudaraku di Tanjung Priok," kata Yasonna di kantornya, Rasuna Said, Jakarta, Rabu (22/1).

Dia mengaku, tak ada niatan dirinya menyinggung warga Tanjung Priok dalam pernyataannya saat berpidato di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

"Saya menyampaikan permohonan maaf. Akan tetapi sekali lagi ingin saya sampaikan, saya tidak punya sedikit pun, tidak punya maksud itu (menyinggung)," ujar politikus PDIP ini.

2 dari 2 halaman

Yasonna berharap, dengan permohonan maafnya ini tak ada lagi warga Tanjung Priok yang menggelar aksi di depan kantor Kemenkumham seperti hari ini.

"Saya berharap setelah konpers ini kita dapat kembali menyatukan hati dan diri kita sebagai sesama anak bangsa," tutupnya.

Sebelumnya, sejumlah massa menggelar aksi demonstrasi dengan tema Aksi Damai 221 Priok Bersatu di depan kantor Kemenkumham. Massa aksi menuntut Yasonna Laoly meminta maaf terkait pernyataannya saat berpidato di Lapas Narkotika Cipinang, Jakarta Timur, beberapa waktu lalu. (mdk/fik)

Baca juga:
Minta Maaf Usai Didemo, Yasonna Janji Temui Warga Tanjung Priok
Warga Priok 'Kepung' Kantor Menkumham Yasonna Laoly
7 Potret Bebizie, Pedangdut Asal Priok Turun ke Jalan Demo Menteri Yasonna
Politikus PDIP Harun Masiku Ternyata Ada di Indonesia, Kenapa Belum Tertangkap?
Desmond Sebut Menkum HAM Harusnya Malu Harun Masiku Ternyata di Indonesia
Gerindra: Masa Kita Percaya Omongan Yasonna Laoly? Harusnya Dia Malu

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.