Anggota Polsek Pancoran Jadikan Pelapor Mesin ATM, Begini Penjelasan Polri

Anggota Polsek Pancoran Jadikan Pelapor Mesin ATM, Begini Penjelasan Polri
Budhi Herdi Susianto. ©2019 Merdeka.com/nur habibie
NEWS | 21 Mei 2022 08:02 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Anggota Polsek Pancoran disebut-sebut melakukan pemerasan terhadap Bambang Djaya, seorang pelapor kasus penipuan.

Merespons kabar itu, Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto mengatakan Mabes Polri, Polda Metro Jaya, dan Polrestro Jakarta Selatan langsung menindaklanjuti informasi itu, termasuk asistensi kasus penipuan yang dilaporkan Bambang Djaya.

"Kami sudah memastikan, penyidiknya juga sudah kami lakukan pemeriksaan terhadap kasusnya, juga pelapornya," katanya, Sabtu (21/5) seperti dikutip Antara.

Budhi mengungkapkan awalnya kasus laporan Bambang Djaya ditangani Polsek Pancoran, namun saat ini telah diambil alih Polres Metro Jakarta Selatan.

Jika terdapat dua alat bukti yang cukup, menurut dia, maka kasus tersebut akan bergulir hingga persidangan di pengadilan.

"Namun, jika tidak terbukti, pasti melalui proses gelar perkara," ujar Budhi.

Perwira menengah kepolisian itu menjamin penyidik Polres Metro Jakarta Selatan yang menangani laporan Bambang Djaya itu akan bekerja profesional dan sesuai aturan.

Budhi menjelaskan kronologis awal ketika Bambang Djaya melaporkan dugaan penipuan ke Polsek Pancoran pada 2020, hingga naik status hukum dari penyelidikan menjadi penyidikan.

Dis menyebutkan penyidik Polsek Pancoran menetapkan tersangka dugaan kasus penipuan tersebut, kemudian menahan tersangka tersebut.

Saat proses tersebut berjalan, Budhi mengemukakan terjadi kesepakatan antara pelapor dan terlapor melalui pembayaran yang belum diterima sepenuhnya oleh pelapor, dilengkapi perjanjian tertulis, sehingga penyidik menangguhkan penahanan tersangka.

Setelah penangguhan tersebut dituturkan Budhi, tersangka mengingkari kesepakatan tersebut sehingga kasus tersebut tidak kunjung selesai.

Budhi menyatakan saat ini penyidik Polres Metro Jakarta Selatan fokus terhadap penyelesaian laporan Bambang Djaya terkait dugaan penipuan.

Sementara itu, Bambang Djaya menampik informasi tentang dirinya menjadi korban pemerasan oleh oknum polisi yang menangani laporannya.

"Saya tidak pernah dijadikan ATM, maupun diperas oleh penyidik. Itu tidak benar dan saya tidak pernah bicara soal itu, tidak benar mengenai berita itu," ujarnya.

Namun, Bambang membenarkan penanganan kasus yang dilaporkan itu belum selesai sejak dua tahun lalu. (mdk/rhm)

Baca juga:
Viral Video Mau Ambil Mobil Diminta Tebusan Rp24 Juta, Ini Kata Polisi
Ambulans Terobos Jalan dan Ngaku Bawa Pasien, Rupanya Mau Liburan jadi Bersitegang
Kasus Tambang Emas Ilegal, Polisi Sita 9 Speedboat Milik Tersangka Briptu HS
Polisi Gandeng KPK Usut Aliran Dana Dugaan Tambang Ilegal Briptu HSB ke Pihak Lain
VIDEO: Bripka SAS Polisi Nakal di Bogor, 3 Kali Langgar Disiplin Terancam Dipecat!
Kompolnas: Bripka SAS 3 Kali Langgar Aturan, Tidak Kapok Karena Sanksi Tak Tegas

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami