Anggota TNI Jual Amunisi ke KKB, Menhan Dalami Kebocoran di Gudang Senjata

PERISTIWA | 13 Agustus 2019 09:55 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Pekan lalu, anggota TNI ditangkap di Papua karena diduga menjual amunisi ke kelompok bersenjata di sana. Terkait itu, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan akan memperdalam kemungkinan adanya kebocoran dalam gudang penyimpanan senjata.

"Nanti kita dalami lagi," jelasnya di Hotel Grand Sahid, Jakarta Pusat, Senin (12/8) kemarin.

Lebih jauh, Menhan enggan mengomentari terkait kemungkinan kebocoran ini. Dia mengatakan akan menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut oknum tersebut.

"Kalau saya ngomong ngawur-ngawur, ceritanya ngawur juga," kata dia.

Saat ini, lanjutnya, kasus tersebut tengah diperdalam. Jika hasil pemeriksaan telah keluar, pihaknya akan menentukan langkah selanjutnya.

"Sementara dia ditangkap PM dulu segala macam. Setelah itu kita akan memperdalam. Tentu saya sebagai Menteri Pertahanan akan tahu sekecil-kecilnya. Kemudian setelah itu langkah apa yang akan dilakukan nanti. Jadi betul-betul pemeriksaan akurat sehingga tidak meleset, tidak ada fitnah nanti," jelasnya.

Mengenai koordinasi dengan Panglima TNI, Menhan mengatakan setiap hari dilakukan koordinasi. Koordinasi dengan Panglima TNI tak boleh putus.

"Saya ini kan punya kebijakan pertahanan. Alat pertahanan saya kan TNI. Panglima itu adalah pengguna kekuatan. Jadi koordinasi itu terus menerus, dari pagi sampai siang sedang tidur segala macam koordinasi terus menerus dengan Panglima TNI, setiap angkatan, tak boleh putus," pungkasnya.

Anggota TNI Pratu DAT diamankan Kodim Sorong karena diduga menjual ratusan butir amunisi kepada kelompok kriminal bersenjata dan diterbangkan ke Jayapura pada Selasa (6/8) untuk pemeriksaan lebih lanjut. Pratu DAT diamankan tim gabungan Intel Korem 181/PVT dan Unit Intel Kodim 1802 Sorong di kawasan Melati Raya, Jalan Basuki Rahmat kilometer 09 kota Sorong, pada Minggu (4/8) sore.

Menurut Komandan Kodim 1802 Sorong, Letkol Infantri Andar Panggabean yang dikonfirmasi mengatakan oknum TNI tersebut diamankan berdasarkan laporan yang diterima bahwa ada seorang anggota TNI desersi yang sedang berada di Kota Sorong. Setelah menerima laporan, tim intel Kodim 1804 kemudian melakukan pengecekan dan berhasil menemukan oknum TNI tersebut dan langsung menangkapnya.

"Yang bersangkutan diamankan saat sedang melayat anggota keluarga temannya yang meninggal dunia di kota Sorong," jelasnya.

(mdk/eko)