Angin Kencang Tanda Pergantian Musim Dari Kemarau ke Penghujan

PERISTIWA | 21 Oktober 2019 11:28 Reporter : Wisnoe Moerti

Merdeka.com - Fenomena angin kencang yang terjadi di sejumlah daerah merupakan tanda-tanda peralihan musim. Dari musim kemarau menuju musim penghujan atau lebih dikenal sebagai masa pancaroba. Hal itu disampaikan Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo.

"Ciri-ciri angin kencang pada masa pancaroba pada umumnya bergerak dengan kecepatan maksimal hingga 45 kilometer per jam atau lebih, dengan sifat hempasan bergerak secara horizontal dengan durasi panjang dan bisa menimbulkan dampak kerusakan," kata Agus melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (21/10).

Hembusan angin kencang pada masa pancaroba dapat berlangsung hingga lebih dari sepekan. Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), melihat tanda-tanda angin kencang yang sudah terjadi pada awal Oktober, maka diperkirakan periode tersebut tidak berlangsung lama seiring dengan pergantian cuaca ekstrem lainnya.

Untuk diketahui, angin kencang yang merusak terjadi di Desa Sumberbrantas, Kota Batu, Provinsi Jawa Timur pada Sabtu (19/10) pukul 23.30 WIB hingga Minggu (20/10). Angin kencang menyebabkan satu orang meninggal serta sejumlah orang luka-luka dan mengalami gangguan saluran pernapasan.

"Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Batu telah melakukan kajian cepat dan berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Jawa Timur, TNI/Polri, dan para relawan untuk mengungsikan warga terdampak ke pos pengungsian yang telah didirikan. Dapur umum juga telah dibentuk," tuturnya.

Baca juga:
Satu Warga Meninggal dan 20 Bangunan Rusak Akibat Puting Beliung Landa Kota Batu
Warga Kaki Gunung Arjuno Diungsikan Akibat Angin Puting Beliung
Ribuan Warga Kaki Gunung Arjuno di Batu Diungsikan Akibat Angin Puting Beliung
Tertimpa Pohon Tumbang, PNS di Cianjur Terluka
Empat Penerbangan ke Samarinda Dialihkan ke Balikpapan Akibat Cuaca Buruk
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Medan, Pohon Tumbang & Atap Bangunan Ambrol

(mdk/noe)