Angka Kematian Ibu Mengkhawatirkan, Bupati Sragen Kerahkan 200 Bidan Siaga

Angka Kematian Ibu Mengkhawatirkan, Bupati Sragen Kerahkan 200 Bidan Siaga
Anak-anak di Posyandu Dahlia. ©2017 merdeka.com/imam buhori
PERISTIWA | 11 Desember 2018 02:27 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Jumlah Angka Kematian Ibu (AKI) di Kabupaten Sragen, Jawa Tengah mengkhawatirkan. Menurut data, hingga pertengahan Desember, terdapat 14 kasus. Angka tersebut dinilai cukup tinggi, jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Menurut Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati, tingginya AKI bukan lantaran pemerintah gagal memberi edukasi pada masyarakat. Proses kematian ibu, kebanyakan sudah berada di Fasilitas Kesehatan (Faskes) tingkat 2 dengan pelayanan dan fasilitas yang lebih komplet dan dengan dokter spesialis.

"Kalau dulu, korelasi AKI tinggi selalu berhubungan tingkat kemiskinan tinggi tingkat kesejahteraan yang kurang. Namun sekarang ini, lebih kepada penyakit yang menyertai ibu hamil," ujar Yuni, di sela kunjungan Duta Kontrasepsi Oral Senin (10/12).

Yuni mengatakan, jika sebelumnya penyebab AKI lantaran lambatnya penanganan, namun kali ini bergeser pada penyakit yang menyertai kondisi ibu hamil. Di antaranya hipertensi, eklamsi, kanker, inveksi dan jantung. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Yuni mengaku sudah menggerakkan bidan dan kepala desa agar selalu siaga.

"Kita juga menyebar 200 kader yang siap membantu ibu hamil. Bahkan ada desa dengan stiker untuk memberi tanda rumah yang terdapat ibu hamil. Sehingga semua tetangga peduli menjaga ibu hamil," katanya.

Lebih lanjut Yuni menyampaikan, akhir 2018 ini, semua Puskesmas terdapat sistem pelaporan ibu hamil. Sehingga akan lebih terpantau. Untuk itu pihaknya berharap komitmen dari operator untuk terus ditekankan.

Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sragen E. Tyas Damai Tatag Prabawanto menjelaskan untuk 2015 sudah menunjuk 10 bidan duta KB Sejahtera. Para bidan tersebut terus memberikan penyuluhan terkait KB dan kesehatan ibu hamil.

"Bidan yang ditunjuk sebagai Duta KB ini berhasil, terbukti angka kelahiran sebelum 2015 ada 2,25 persen tetapi setelah ada duta KB 2017 sudah turun menjadi 2,00 persen, lebih rendah dari angka nasional," pungkas dia. (mdk/bal)

Baca juga:
Akan melahirkan, Menteri Selandia baru naik sepeda ke rumah sakit
Nama unik untuk bayi laki-laki yang lahir saat gempa Lombok
Dua warga melahirkan saat gempa 7 Skala Richter guncang NTB
Jokowi belum ungkap nama cucu keduanya
Kahiyang Ayu lahirkan bayi perempuan, berat 3,4 kg & panjang 49 cm
Alasan mengapa ibu sering mengompol pasca melahirkan
Dalam perjalanan, Nuzulul melahirkan di atas kereta api

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami