Angka Kematian Meningkat, Satgas Covid-19 Butuh Tambahan Relawan Pemulasaraan

Angka Kematian Meningkat, Satgas Covid-19 Butuh Tambahan Relawan Pemulasaraan
lahan baru pemakaman covid-19 di Tangsel. ©2021 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 30 Juli 2021 12:48 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tren angka kematian akibat Covid-19 mengalami peningkatan. Kondisi ini membuat petugas pemulasaraan kewalahan.

Ketua Bidang Koordinasi Relawan Satgas Covid-19, Andre Rahadian, melihat dibutuhkan petuga tambahan untuk membantu proses pemulasaraan jenazahsemakin besar. Dia berharap, akan muncul relawan-relawan baru untuk menangani hal tersebut.

"Kenapa relawan sangat diharapkan untuk turun tangan dalam proses ini? Karena data dan fakta mengatakan bahwa angka kematian yang tinggi menyebabkan terjadinya antrean jenazah untuk proses pemulasaraan," jelas Andre dalam keterangan pers diterima, Jumat (30/7).

Andre berharap seluruh jenazah dapat diproses secara cepat dan tepat oleh tenaga pembantu pemulasaraan yang paham mengenai cara pemulasaraan jenazah. Tidak hanya dengan protokol kesehatan Covid-19 tetapi juga sesuai dengan pedoman keagamaan.

"Saya harap ini mampu menggugah hati para relawan untuk turun tangan menjadi relawan pemulasaraan jenazah COVID-19 sebagai tenaga pembantu yang memiliki standar keahlian dan pemahaman yang tepat," jelas dia.

Ditambahkan Direktur Pendistribusian dan Pendayagunaan BAZNA, Wahyu Tantular Tunggul Kuncahyo, kurangnya relawan di bidang pemulasaraan membuat jenazah Covid-19 di beberapa tempat sempat terbengkalai.

"Jenazah di beberapa lokasi, diketahui
tertahan karena minimnya tenaga pemulasaraan yang tersedia," iba Wahyu.

Wakil Kepala BAZNAS Tanggap Bencana, Taufiq Hidayat, juga menyebt selama peningkatan kasus COVID-19 banyak fasilitas kesehatan yang kewalahan dan mengakibatkan pasien melakukan isolasi mandiri dengan kondisi protokol kesehatan yang kurang layak.

"Ini kemudian menyebabkan polemik baru dengan banyak meningkatnya kasus kematian dalam keadaan isoman di mana jenazah telah meninggal lebih dari empat jam, bahkan beberapa tercatat lebih dari 20 jam," kelu Taufiq.

Reporter: M Radityo
Sumber: Liputan6.com (mdk/lia)

Baca juga:
Presiden Harap Pelaku Usaha Bekerja Lebih Keras dan Tahan Banting di Tengah Pandemi
Jokowi: Keterisian Tempat Tidur di Wisma Atlet Melandai hingga 38 Persen
Wagub DKI: BOR di RS Rujukan Menurun, Tempat Isolasi 62 Persen dan ICU 80 Persen
Anak Petani Gagal Jadi Paskibraka di Istana, Dinyatakan Positif Covid Padahal Negatif
Dari Berbagai Varian, Mana Vitamin D yang Paling Baik?
Krematorium Tegal Alur Gratis

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami