Angka Pengangguran di Serang Nyaris Mencapai 10 Ribu, Setiap Tahun Bertambah

PERISTIWA | 28 Januari 2020 22:15 Reporter : Dwi Prasetya

Merdeka.com - Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Kota Serang hampir mencapai 10 ribu. Pengangguran di Ibu Kota Provinsi Banten tersebut tiap tahunnya terus bertambah. Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kota Serang, Akhmad Banbela.

Banbela mengatakan, hal itu karena ketersediaan lapangan kerja dengan para pencari kerja lulusan SMK maupun perguruan tinggi di Kota Serang tidak seimbang. Menurutnya pengangguran yang saat ini terus bertambah di Kota Serang lebih didominasi oleh usia produktif.

"Saat ini pengangguran terbuka di Kota Serang hampir 10 ribu dan setiap tahunnya bertambah. Hal itu di dominasi oleh usia 18-25 tahun," kata Akhmad, Selasa (28/1).

Selain itu, faktor lainnya yakni Kota Serang dijadikan tempat untuk mencari kerja pendatang dari luar daerah, sedangkan ketersediaan lapangan pekerjaan minim. Dan tidak ada industri skala besar yang menampung pekerja lebih banyak, di Kota Serang hanya ada ritel-ritel, perbankan, finance, selebihnya industri kecil dan menengah.

"Industri kecil dan menengah ini hampir rata-rata hanya memperkerjakan di bawah 10 orang," lanjutnya.

Banbela mengaku kesulitan untuk mengurangi tingkat pengangguran yang ada di Kota Serang. Karena, tidak seimbangnya ketersediaan lapangan kerja dan pencari kerja.

"Kami menyikapi program pemerintah pusat fokus pada pembangunan SDM yaitu peningkatan keterampilan pencari kerja. Ternyata namanya alumni baik perguruan tinggi dan SMK, kenyataannya belum bisa langsung masuk bursa kerja provinsi, nasional apalagi internasional," ungkapnya.

Banbela mengatakan Disnakertrans Kota Serang mengupayakan para pencari kerja untuk dilatih keterampilannya.

"Pertama tentu saja mencari peluang melihat dan bertanya kepada pemerintah pusat terutama Kementerian Tenaga Kerja program pelatihan yang dilaksanakan BBLKI yang tersebar di setiap daerah. BBLK di Bandung membuka peluang di daerah daerah, kami juga mengirim untuk spesialis otomotif dan spesialisasi Nissan dan Mitsubishi," ujarnya. (mdk/cob)

Baca juga:
Survei: Tahun ini, Kenaikan Gaji Pekerja di Indonesia Bakal Lebih Besar
PKS Beri 'PR' Besar untuk Jokowi di Tahun 2020
Indef Saran Program Pra Kerja Terapkan Pelatihan Keahlian untuk Kebutuhan Luar Negeri
Kritik Tajam SBY ke Pemerintahan Jokowi, dari Pengangguran Hingga Pajak Jadi Sorotan
Kartu Pra Kerja Dinilai Tak Selesaikan Masalah Pengangguran
Soal Angka Pengangguran Naik, Disnaker DKI Dalih Periode Kelulusan SMK & SMA

TOPIK TERKAIT

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.