Angkot Berbasis Aplikasi Online Kini Hadir di Garut

PERISTIWA | 9 November 2019 04:02 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Untuk mengimbangi pesatnya perkembangan angkutan berbasis online, organisasi angkutan darat (Organda) Kabupaten Garut membuat aplikasi untuk angkot. Aplikasi yang dinamai Aksi (angkot beraplikasi) Garut itu diyakini bisa meningkatkan pendapatan usaha angkot di Kabupaten Garut.

Ketua Organda Kabupaten Garut Yudi Nurcahyadi menyebut bahwa selama ini banyak pengusaha dan sopir angkot yang mengeluh dengan keberadaan angkutan online. Aplikasi yang digagas pihaknya pun kemudian disebutnya sebagai jawaban kegelisahan tersebut.

"Dalam aplikasi itu terdapat berbagai fitur yang memudahkan penumpang dan pengemudi. Buat pemilik angkot juga sangat terbantu karena bisa melihat angkotnya jalan atau tidak dan di mana keberadaannya," ujarnya, Jumat (8/11).

Untuk para sopir angkot, Yudi mengatakan bahwa dengan aplikasi tersebut bisa diketahui posisi calon penumpang dan juga bisa menjaga jarak dengan angkot terdekat. Sedangkan untuk calon penumpang, ia menyebut bahwa angkota bisa dipesan di aplikasi dan diarahkan ke angkot terdekat sehingga tidak harus menunggu lama.

"Kita tentunya sangat berharap aplikasi ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat walau baru bisa dipakai di wilayah perkotaannya saja, tapi akan terus kita kembangkan sehingga bisa mencapai ke pelosok juga," ucapnya.

1 dari 1 halaman

Keunggulan Angkot Online

Yudi menyebut bahwa aplikasi Aksi Garut menjadi aplikasi angkutan umum online pertama di Jawa Barat. Ia menjelaskan bahwa aplikasi tersebut dikembangkan Dinas Perhubungan Kabupaten Garut dengan Organda Kabupaten Garut dan pihak pengembang.

"Masyarakat Garut bisa mengunduh aplikasi tersebut di Playstore. Dengan adanya aplikasi, bisa membantu masyarakat untuk memesan angkot. Pesannya di aplikasi. Seperti aplikasi online lainnya kalau mau pesan. Nanti bakal ketahuan berapa lama angkot bisa sampai," jelasnya.

"Tidak perlu ngetem juga kan pengemudinya karena kalau ada penumpang sudah ketahuan," tambahnya.

Dengan aplikasi tersebut, Yudi menyebut bahwa penumpang bisa melaporkan pengemudi jika membawa kendaraan dengan ugal-ugalan atau membuatnya tidak nyaman karena data pengemudi dan nomor kendaraan sudah tertera di sana. Dengan begitu, menurutnya kehadiran aplikasi juga bisa mencegah kejahatan.

Sementa itu, Eki Ananta tim pembuat aplikasi menyebut bahwa pihaknya telah mengembangkan aplikasi tersebut sejak 2018. "Kemajuan teknologi kan bukan untuk ditentang, tapi harus diimbangi dan dijawab," ungkapnya.

Meski demikian, Eki mengatakan bahwa dalam pembuatan aplikasi pihaknya sempat menghadapi kendala karena harus dibuat per jalur angkot dan sesuai dengan waktu aslinya. Saat ini sendiri aplikasi tersebut sudah mulai diujicobakan dan akan terus dikembangkan sehingga lebih baik. (mdk/cob)

Baca juga:
Terminal Bus Bakal Dilengkapi Mal Hingga Hotel
Mitra Pengemudi Grab Keluhkan Perubahan Skema Kerja Sama
Tanggapan Kemenhub Soal Peluang Ojek Online Jadi Transportasi Umum
7,8 Juta Orang di Indonesia Naik Pesawat Selama September 2019
September 2019, Jumlah Penumpang Angkutan Laut Turun 1,51 Persen
Jumlah Penumpang Kereta Api Naik 0,09 Persen di September 2019
Wajah Baru Bus Transjakarta Merek Zhong Tong