Ani Hasibuan Tak Hadir Lagi, Kuasa Hukum Minta Polisi Tunggu Proses dari MKEK IDI

PERISTIWA | 20 Mei 2019 13:56 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Dokter Robiah Khairani Hasibuan alias Ani tak hadiri panggil penyidik Sumdaling Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Sebab, Ani melalui kuasa hukumnya, Slamet Hasan kalau pemanggilan hari ini berbarengan dengan pemanggilan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) pusat IDI.

"Hari ini rencananya bu Ani dipanggil untuk diperiksa sebagai saksi. Tapi, hari ini bu Ani nggak bisa hadir kembali karena pada hari yang sama bu Ani dipanggil Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) pusat IDI," kata Slamet di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, Senin (20/5).

Kata Slamet, kliennya juga diperiksa MKEK terkait hal yang sama, tentang meninggalnya dunia ratusan anggota KPPS.

"MKEK juga berkepentingan untuk memeriksa terkait dengan klarifikasi pernyataan bu Ani tentang KPPS yang sedang viral di media," ujar Slamet.

Dengan adanya pemeriksaan itu, Slamet meminta kepolisian untuk menghentikan penyelidikan. Sebab, saat ini penyelidikan di MKEK tengah berjalan untuk memastikan ada atau tidaknya tindak pidana.

"Kita juga mendorong perkara ini disidang dulu di MKEK, nanti keputusan dari MKEK itu seperti apa, apakah ada unsur pidana atau tidak, lalu dilanjutkan ke penyidik di kepolisian. Jadi kita menunggu proses di MKEK terlebih dahulu," pungkasnya. (mdk/ded)

Baca juga:
Dituding Jadikan Dokter Ani Hasibuan Target, Polisi Tantang Berikan Bukti
Dokter Ani Hasibuan Bakal Laporkan Portal tamsh-news.com
Sakit, Dokter Ani Hasibuan Batal Penuhi Panggilan Polisi
Kelelahan, dr Ani Hasibuan Batal Diperiksa Terkait Pernyataan KPPS Meninggal
Besok Dokter Ani Hasibuan Diperiksa Polisi Diduga Terkait Ratusan KPPS Meninggal
Prabowo Berharap Pemerintah Autopsi Jenazah Petugas Pemilu yang Meninggal
Investigasi Komnas HAM: Beban Psikologis Ikut Andil Pemicu Petugas KPPS Meninggal

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.