Aniaya Peserta MOS SMA Semi Militer, Siswa Senior Jadi Tersangka

PERISTIWA | 8 Agustus 2019 16:01 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Setelah melalui penyelidikan cukup lama, polisi akhirnya menetapkan AS (16) sebagai tersangka kasus penganiayaan peserta masa orientasi siswa (MOS) SMA Semi Militer Plus Taruna Indonesia, WJ (14). WJ tewas usai menjalani seminggu perawatan di rumah sakit akibat usus terbelit.

Kapolresta Palembang Kombes Didi Hayamansyah mengungkapkan, AS merupakan siswa senior korban yang menjadi pembina dalam MOS tersebut. Dia adalah tersangka kedua setelah Obby Frisman Arkataku (24) dalam kasus penganiayaan terhadap DBJ (14) pada kegiatan yang sama.

"Dari hasil rekam medis rumah sakit setelah kematian WJ, hasilnya ada organ vital yang tidak berfungsi, pankreas akut. Kita selidiki dan akhirnya mengerucut kepada AS hingga akhirnya kita tetapkan sebagai tersangka," ungkap Didi, Kamis (8/8).

Menurut dia, penetapan tersangka itu berdasarkan keterangan saksi, olah TKP, dan penemuan barang bukti. Tersangka melakukan pemukulan di bagian perut korban selama dua hari terakhir pada kegiatan MOS.

"Pemukulan pertama sebanyak dua kali dan kedua tiga kali, itu dilakukan pada dua hari berturut-turut," ujarnya.

Dia menjelaskan, pemukulan disebabkan korban lamban mengikat tali webbing ke tubuhnya. Tersangka kesal melihat sikap korban yang manja dan bermalas-malasan meski dia sudah mengingatkan.

"Motifnya hampir sama dengan kejadian yang pertama, tersangka melihat korban enggan menuruti perintahnya sehingga tersangka emosi dan melakukan pemukulan," kata dia.

Meski ditetapkan sebagai tersangka, AS tidak dilakukan penahanan lantaran masih dibawah umur. Polisi juga menilai tersangka kooperatif dalam penyelidikan.

"Kita kenakan Pasal 76 dan 80 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang penganiayaan terhadap anak yang menyebabkan kematian, hukumannya 15 tahun penjara," katanya.

Baca juga:
Praperadilan Tersangka Penganiayaan Peserta MOS SMA Semi Militer Palembang Ditolak
Peserta MOS SMA Semi Militer Dipukul Senior Karena Tak Bisa Ikat Tali dan Kesurupan
Dua Peserta MOS Tewas, SMA Semi Militer Palembang Dilarang Terima Murid Tahun Depan
Sidang Praperadilan, Penganiaya Siswa Semi Militer Tuntut Polisi Rp1 Miliar
Buntut Tewasnya 2 Siswa saat MOS, SMA Semi Militer Palembang Terancam Ditutup
Praperadilan Kasus Tewasnya SMA Semi Militer di Palembang Digelar Akhir Juli

(mdk/rhm)