Aniaya Rekan hingga Tewas, Satu Lagi Mahasiswa Nommensen Ditangkap

PERISTIWA | 24 Januari 2020 15:07 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Seorang lagi mahasiswa Universitas HKBP Nommensen (UHN), Medan, yang terlibat dalam tawuran dan menewaskan satu orang beberapa waktu lalu, ditangkap polisi. Dia disangka turut menganiaya korban.

Berdasarkan informasi dihimpun, tersangka yang ditangkap berinisial EPP alias EK (22), warga Lumban Baringin, Desa Pardede Onan, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba Samosir, Sumut.

"Tersangka merupakan mahasiswa Teknik Elektro di Universitas HKBP Nommensen Medan," kata Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Maringan Simanjuntak, Jumat (24/1).

EPP diringkus di rumah kerabat yang menjadi lokasi persembunyiannya di Kecamatan Salak, Pakpak Bharat, Sumut, Rabu (22/1). Penangkapan dilakukan setelah petugas mendapat informasi mengenai keberadaannya.

"Informasi itu langsung ditindaklanjuti tim dengan meluncur ke lokasi persembunyian tersangka yang jadi buronan sejak sekitar dua bulan lalu. Personel yang turun ke lokasi kemudian berhasil menangkap tersangka," tutur Maringan.

Sebelumnya polisi telah menangkap tiga tersangka lainnya, yang juga mahasiswa Fakultas Teknik Universitas HKBP Nommensen.

Ketiga pemuda berinisial MS, RS, dan EKS ini ditangkap di Jalan Waringin, Sekip, Medan, Sabtu (23/11/2019). "Dalam kasus ini kita masih terus mendalami keterlibatan pihak lain," jelas Maringan.

Keempat tersangka yang telah ditangkap ini diduga kuat terlibat dalam penganiayaan yang menewaskan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas HKBP Nommensen, Roger Siahaan (21) dan melukai seorang lainnya saat tawuran di kampus mereka, Jalan Sutomo, Medan, Jumat (22/11/2019). Tawuran itu dipicu saling ejek saat pertandingan futsal sehari sebelumnya.

Mereka yang ditangkap dikenakan Pasal 338 subs Pasal 170 ayat (2) ke-3e yo pasal 351 ayat (3) KUHPidana. Para tersangka terancam hukuman 15 tahun penjara. (mdk/cob)

Baca juga:
Anggota DPRD Sulsel Diduga Cekik Wasit Sepak Bola
Pelaku Memukul Nenek Rubingah karena Reflek Ada yang Teriak Maling
Kronologi Lengkap Nenek Diteriaki Maling Lalu Dihajar, Begini Keterangan Saksi
Fakta Kehidupan Nenek di Yogya yang Ditendang karena Dituduh Mencuri
Asisten SDM Kapolri Kecewa Brimob Lepas Tembakan di Objek Wisata Sulbar
Kapolda Sulawesi Barat Minta Maaf soal Keributan Danki Brimob dan Warga di Polman

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.