Anies Pastikan Tidak Ada Larangan Kendaraan Masuk Keluar Jakarta Selama PSBB

Anies Pastikan Tidak Ada Larangan Kendaraan Masuk Keluar Jakarta Selama PSBB
Anies Baswedan, Ridwan Kamil, Najwa Shihab dan Ahmad Yurianto. ©2020 Merdeka.com/Youtube Najwa Shihab
PERISTIWA | 7 April 2020 22:08 Reporter : Yunita Amalia

Merdeka.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta secara efektif akan menjalankan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat 10 April. Namun kebijakan itu tidak berlaku untuk kendaraan atau transportasi publik.

Anies menjelaskan, kebijakan PSBB tidak diartikan sebagai larangan kendaraan yang masuk atau keluar Jakarta.

"Kendaraan pribadi tidak ada larangan yang kita atur adalah kendaraan umum tetapi harus ada physical distancing artinya jumlah penumpang kendaraan dibatasi," katanya di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (7/4).

Untuk itu, setiap transportasi publik seperti KRL, MRT, Transjakarta akan ada pembatasan 50 persen penumpang di setiap gerbong. Tidak hanya pembatasan kuantitas penumpang, dia juga memangkas jadwal operasional transportasi publik yaitu dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB.

"Kapasitasnya turun 50 persen misalnya bis bisa diisi 50 penumpang maka tinggal 25 penumpang kita tidak izinkan penuh cukup 50 persen" jelasnya.

Baca Selanjutnya: Untuk transportasi alternatif seperti ojek...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami