Anita Kolopaking Mengaku Dikenalkan Pinangki Kepada Djoko Tjandra

Anita Kolopaking Mengaku Dikenalkan Pinangki Kepada Djoko Tjandra
Sidang Anita Dewi Kolopaking. ©2020 Merdeka.com/Bachtiarudin Alam
PERISTIWA | 25 November 2020 13:54 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Mantan pengacara terpidana Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking dihadirkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebagai saksi dalam sidang perkara gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA) dengan terdakwa Pinangki Sirna Malasari. Anita mengawali kesaksian dengan menjelaskan awal perkenalannya dengan Djoko Tjandra.

Anita mengaku dikenalkan Pinangki kepada Djoko Tjandra pada 19 November 2019 di Kuala Lumpur, Malaysia. Perkenalan itu atas permintaan Djoko Tjandra yang pada kala itu membutuhkan seorang kuasa hukum untuk mengurus kasus cassie Bank Bali.

"Waktu itu menurut terdakwa Pinangki, Pak Djoko membutuhkan lawyer. Saya dikenalkan Pinangki itu," kata Anita dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Rabu (25/11).

Kendati demikian, Pinangki tidak menjelaskan secara rinci kepada Anita terkait alasan Djoko Tjandra mencari kuasa hukum. Anita mengaku hanya dijelaskan akan bertemu dengan Djoko Tjandra.

"Adapun apa maksudnya, saya ketemu saja sama Pak Djoko. Nanti baru tanya kepentingannya apa kepada beliau," kata Anita.

Setelah bersepakat untuk menemui Djoko Tjandra, Anita, Pinangki bersama Rahmat (orang suruhan Djoko Tjandra) terbang ke Kuala Lumpur. Setibanya di sana, mereka bersama Djoko Tjandra membahas status hukum terkait putusan eksekusi kasus cassie Bank Bali yang menjeratnya.

Dalam pertemuan itu, Anita mengaku tidak ada pembahasan lain, selain kasus hukum Djoko Tjandra. Terkait putusan eksekusi yang dinilai non excustable atau berkekuatan hukum, tapi tidak bisa dieksekusi.

"Saya pelajari, berkas dia di web. Saya katakan 'ya memang permasalahan hukumnya ini'. Kalau saya lihat, PKnya bahwa itu non exustable," ungkapnya.

Atas hal itu lah, Djoko Tjandra meminta bantuan kepasa Anita supaya proses hukum terhadap dirinya ditegakkan. Dengan demikian, dari pertemuan tersebut disepakati bila Anita akan menjadi kuasa hukumnya untuk melakukan upaya hukum bagi Djoko Tjandra.

"Tapi paling inti, dia (Djoko Tjandra) bilang, 'Anita, tolong bantu. Saya ingin hukum saya ditegakkan. Tolong, saya butuh kebenaran hukum. Saya ingin punya nama baik'. Itu inti dari pertemuan itu. Saya bilang 'Siap Pak, kalau itu yang diinginkan mari sama-sama dilakukan," ujar Anita.

Setelah adanya kesepakatan, maka Anita menyodorkan surat kuasa untuk mengurusi status hukum Djoko Tjandra.

"Pertama saya sampaikan tanggal itu (tanda tangan surat kuasa), Penawaran lertama itu terkait tentang surat kuasa status hukum (Djoko Tjandra)," tutupnya.

Baca Selanjutnya: Isi Dakwaan...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami