Anjing Pelacak Terluka Cari Korban Longsor, Kapolda Sulsel Minta Mabes Kirim 4 Ekor

Anjing Pelacak Terluka Cari Korban Longsor, Kapolda Sulsel Minta Mabes Kirim 4 Ekor
PERISTIWA | 25 Januari 2019 23:31 Reporter : Salviah Ika Padmasari

Merdeka.com - Seekor anjing pelacak K9 milik Direktorat Sabhara Polda Sulsel terluka usai menemukan sembilan jenazah korban longsor di Kabupaten Gowa, Sulsel. Akibatnya, satwa yang piawai mengendus keberadaan jenazah ini tidak efektif lagi bekerja.

"Hari ini ada kendala. Satwa kita ini (anjing pelacak) agak sensitif begitu luka sedikit. Dia tidak efektif lagi bekerja. Makanya kita minta empat ekor lagi ke Mabes Polri. Besok kita harapkan ada empat ekor dikirimi ke sini satwa yang punya kemampuan yang sama," kata Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Hamidin saat ditemui di lokasi longsor di Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Kabupaten Gowa, Sulsel, Jumat, (25/1).

Lebih jauh dijelaskan, hari ini satu lagi korban longsor yang tertimbun ditemukan oleh anjing pelacak tersebut. Sehingga total jenazah yang ditemukan oleh satwa milik Polda Sulsel ini sejak hari pertama diturunkan ke lokasi longsor berjumlah sembilan jenazah. Tapi setelah jenazah terakhir ini ditemukan, kerja anjing pelacak tersebut tidak efektif karena ada luka.

Bukan hanya memantau proses pencarian jenazah di lokasi longsor tersebut, mantan Deputi III Bidang Kerja Sama Internasional di BNPT ini juga memantau proses perbaikan dan pembangunan jembatan darurat yang terputus akibat terjangan banjir. Dia bersama Pangdam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Surawahadi, Danyon Zipur 8/Sakti Mandra Guna, Mayor Czi Catur Witanto dan Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan Yasin Limpo.

"Personel yang kita turunkan sebanyak 450 orang lebih di antaranya dari Brimob, Dokkes Polda, tim dapur lapangan. Di sini kami bersama Pangdam, Bupati, Danren, saya kira ini bentuk kerjasama yang sangat bagus. Itu kita lihat personel sementara mengerjakan jembatan, semoga cepat selesai supaya masyarakat tidak begitu terisolir. Tinggal kita antisipasi yang di daerah atas (mencari korban)," kata Hamidin.

Sementara itu, Kasubag Humas dan Kerjasama Pemkab Gowa, Abdullah Sirajuddin dalam releasenya hari ini, Jumat, (25/1) jumlah jenazah yang ditemukan hari ini tiga titik longsor, ada empat orang.

Masing-masing Daeng Lobo, (35) warga Desa Pattallikang, Kecamatan Manuju, Maudu, (65) warga Kelurahan Sapayya, Kecamatan Bungayya, Husni Daeng Tutu, (41) dan Nia Daniati, keduanya warga Kelurahan Sapayya yang ditemukan di pasar Sapayya.

"Dari 23 orang yang dilaporkan hilang, 9 orang sudah ditemukan dalam kondisi telah meninggal dunia . Masih dicari 14 orang," kata Abdullah Sirajuddin. (mdk/bal)

Baca juga:
Permudah Akses Warga, Jembatan Darurat Dibangun di Lokasi Banjir Gowa
Peristiwa-Peristiwa Menegangkan Saat Banjir Terjang Sulawesi Selatan
Banjir 10 Kabupaten di Sulsel, 30 Orang Meninggal Ribuan Warga Mengungsi
Jumlah Korban Banjir di Sulawesi Selatan Bertambah Jadi 57 Orang
30 Orang Meninggal Akibat Banjir di Sulawesi Selatan
Relawan Jokowi Ikut Berduka Untuk Korban Banjir Sulsel

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami