Antasari Nilai Formasi Pimpinan KPK Saat Ini Langgar UU Karena Tak Ada Unsur Jaksa

PERISTIWA | 18 Juli 2019 16:53 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Antasari Azhar, menyebut formasi pimpinan KPK tahun 2015-2019 melanggar Undang-Undang (UU) Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Berdasarkan Pasal 21 ayat 5 UU KPK, disebutkan Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a adalah penyidik dan penuntut umum.

Sementara formasi pimpinan saat ini, katanya, tidak ada yang mewakili unsur penuntut umum.

"Kalau tidak ada hanya ada unsur penuntut umum saja berarti melanggar undang-undang. Nah yang sekarang saya mau tanya, unsur jaksa siapa? Ada enggak yang berlima itu, berartikan sudah melanggar undang-undang," kata Antasari di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (18/7)

Antasari berharap agar Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) KPK tidak mengulangi hal tersebut. Di mana tidak melibatkan unsur penuntut umum.

"Pesan saya untuk Bu Yenti (Ketua Pansel KPK) jangan sampai terjadi lagi," jelasnya.

Saat ini pimpinan KPK diketuai oleh Agus Rahardjo dengan empat wakilnya yakni Laode Muhammad Syarif, Saut Situmorang, Basaria Pandjaitan, dan Alexander Marwata. Agus sebelumnya menjabat sebagaiKepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/ Jasa Pemerintah (LKPP). Sedangkan Basaria mewakili unsur kepolisian. Saut Situmorang memiliki latar belakang staf ahli kepala BIN.Alexander Marwata sebelumnya hakim ad hoc Tipikor, terakhirLaode Muhammad Syarif memiliki latar belakang sebagai akademisi.

Sebelumnya, Panitia Seleksi Calon Pimpinan (Pansel Capim) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melaksanakan tes uji kompetensi pada Kamis (18/7/2019).

Ketua Pansel Capim KPK Yenti Garnasih menjelaskan, uji kompentensi dibagi menjadi dua bagian. Pertama para capim KPK diminta menjawab pertanyaan pilihan ganda dan membuat makalah terkait permasalahan korupsi di Indonesia.

"Bagaimana kita berantas mencegah korupsi di Indonesia dan segala permasalahannya. Jadi, kita ingin menggali, sejauh mana mereka memahami permasalahan-permasalahan korupsi di Indonesia," kata dia di Pusdiklat Setneg, Jakarta Selatan, Kamis (18/7/2019).

Yenti mengatakan, dari 192 peserta capim KPK, diharapkan ada 50 orang yang lolos.

Reporter: Ikaa Defianti

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Hasil Uji Kompetensi Capim KPK Diumumkan Senin 22 Juli
Usai Tes Capim KPK, Laode Pesimis Bakal Terpilih Kembali
Diskusi Dialektika Demokrasi Membahas Capim KPK
Tes Capim KPK, Irjen Firli Mengaku Bisa Jawab Seluruh Pertanyaan
Laode Mengaku Kesulitan Jawab Soal Uji Kompetensi Capim KPK
Suasana Tes Tahap 2 Peserta Calon Pimpinan KPK
4 Peserta Capim KPK Gugur Sebelum Uji Kompetensi, Salah Satunya Wakapolda Jabar

(mdk/lia)

TOPIK TERKAIT