Antasari Yakin Kasus Novel Terungkap Asal Ada Kemauan Kuat Elit Politik

PERISTIWA | 26 November 2018 23:51 Reporter : Moh. Kadafi

Merdeka.com - Kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan, masih misteri. Hingga detik ini Polisi belum berhasil menemukan pelaku penyiraman air keras yang membuat mata kiri Novel rusak.

Mantan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Antasari Azhar menuturkan, kasus ini sesungguhnya bisa selesai di era kepemimpinan Presiden Jokowi. Sosok penyiram air keras dan otak penyerangan bisa terungkap jika ada komitmen kuat dari semua pihak.

"Saya yakin kok masih tahun ini (Kasus Novel) selesai, itu feeling saya. Dan memang harus ada kemauan yang kuat dari elit politik dan negara ini. Tahun 2018 ini harapan saya," ungkap Antasari saat ditemui usai pelantikan Garda Jokowi Provinsi Bali, di Kuta, Badung, Bali, Senin (26/11) malam.

Ketua Dewan Pembina Pusat (DPP) Garda Jokowi ini berharap tidak ada lagi kasus kriminalisasi yang menjerat pejuang KPK. "Jangan ada lagi orang yang bekerja dicelakakan dengan cara kriminal. Jangan ada lagi ke depan. Gunakan hukum itu secara benar untuk ketertiban dan ketentraman masyarakat bukan menyingkirkan orang yang tidak disukai," ucapnya.

Antasari mengingatkan agar tidak ada lagi yang menyalahgunakan wewenang dan kekuasaan untuk melakukan kriminalisasi terhadap KPK.

"Kalau bisa malam ini ditangkap (Pelaku). Karena bagaimanapun itu mantan anak buah saya. Saya sudah kena, anak buah juga kena (Novel Baswedan). Sudah cukuplah pejabat negara digitukan. Jadi gunakan kewenangan itu yang benar," tutupnya.

Baca juga:
Novel Baswedan: Semoga Presiden Tergerak Hatinya Untuk Membentuk TGPF
Istana soal kasus Novel: Jangan semua ke Presiden
500 Hari kasus Novel tak terungkap, Wakapolri ngaku sudah bekerja maksimal
500 Hari kasus penyerangan Novel Baswedan tanpa kejelasan
Jelang 500 hari kasus Novel Baswedan dan TGPF yang tak jelas
Aksi WP KPK peringati 500 hari kasus Novel Baswedan

(mdk/noe)