Antisipasi Corona, Pemkot Tasikmalaya Siagakan Empat Alat Pendeteksi Suhu Tubuh

Antisipasi Corona, Pemkot Tasikmalaya Siagakan Empat Alat Pendeteksi Suhu Tubuh
PERISTIWA | 6 Maret 2020 03:03 Reporter : Mochammad Iqbal

Merdeka.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya menyediakan empat alat pendeteksi suhu tubuh untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Keempat alat tersebut akan ditempatkan di pusat keramaian, khususnya tempat keluar masuknya orang di Kota Tasikmalaya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, Uus Supangat menyebut keempat alat bisa mendeteksi suhu tubuh dengan cepat. Dengan begitu, ketika ada warga yang memiliki suhu tubuh yang tidak normal akan diarahkan untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

"Keempat alat itu akan dititipkan di Stasiun Kereta Tasikmalaya dan Bandara Wiriadinata. Karena dua tempat itu adalah lokasi keluar masuknya masyarakat dari atau ke Kota Tasikmalaya," ujar Uus kepada wartawan, Kamis (5/3).

Jumlah alat pendeteksi suhu tubuh akan ditambah jika diperlukan. Sehingga setiap tempat keramaian seperti terminal akan dititipkan satu unit. Di luar hal tersebut, Uus mengaku bahwa pihaknya telah beberapa kali melakukan sosialisasi dan edukasi ke masyarakat terkait virus corona. Hal itu dilakukan agar warga tetap tenang dan tak panik berlebihan.

"Kita beri pemahaman itu (virus corona) bisa diantisipasi dengan PHBS (Pola Hidup Bersih dan Sehat), menjaga kesehatan, dan jangan panik. InsyaAllah Tasik masih aman," sebutnya.

Meski demikian, Dinas Kesehatan juga akan terus menggencarkan sosialisasi kepada masyarakat, melalui puskesmas dan posyandu. Dengan begitu, masyarakat di level bawah pun dapat mendapatkan informasi yang memadai.

"Dalam waktu dekat, Pemkot Tasikmalaya juga akan membentuk Crisis Center virus corona, yang akan diisi oleh orang-orang yang memiliki kompetensi dari berbagai instansi. Rencana langsung dipimpin Wali Kota dan melibatkan instansi terkait seperti TNI, Polri dan IDI. Jadi setiap informasi yang beredar bisa langsung terkonfirmasi. Hoaks juga bisa diminimalisir," sebutnya.

1 dari 2 halaman

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman menyebut jika harga alat pendeteksi suhu tubuh terjangkau, Pemkot Tasikmalaya siap membelinya. Ia menilai bahwa alat tersebut menjadi sangat penting jika ada terduga pasien virus corona di Kota Tasikmalaya.

"Jadi kita dapat langsung melakukan penanganan tanpa harus pasien pergi ke rumah sakit rujukan. Tapi untuk mendeteksi, laboratoriumnya harus sudah ada sertifikasi dari WHO. Itu yang sulit," sebutnya.

Budi menyebut hingga saat ini di Kota Tasikmalaya belum ditemukan adanya kasus virus corona, baik yang terduga, dalam pemantauan atau pasien dalam pengawasan.

"Rabu (4/3) terdapat informasi satu pasien di Rumah Sakit (RS) Jasa Kartini (JK) Kota Tasikmalaya yang diduga memiliki gejala terinfeksi virus corona. Namun, pasien itu dinyatakan negatif dan sudah diperbolehkan kembali ke rumahnya. Kebetulan juga warga Ciamis. Sudah kita serahkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis untuk dilakukan pemantauan," sebutnya.

Walau demikian, Budi tetap mengimbau warganya agar selalu menjaga pola hidup bersih dan sehat dan tidak perlu panik berlebihan. "Lebih rasional saja lah," ucapnya.

2 dari 2 halaman

Kepolisian Resor Tasikmalaya, saat ini telah membuat tim untuk mengawasi ketersediaan sejumlah komoditas yang berkaitan dengan kepanikan akan virus corona.

"Tim akan memantau dan mengantisipasi adanya penimbunan barang oleh sejumlah pihak untuk mencari keuntungan pribadi," kata Kapolres Tasikmalaya Kota, AKBP Anom Karibianto.

Anom pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dengan adanya virus corona di Indonesia. Apalagi sampai melakukan penimbunan kebutuhan logistik, kebutuhan pokok, masker dan alat kesehatan lainnya. Dia berjanji akan menindak siapa pun yang melakukan penimbunan kebutuhan tersebut.

"Tim sudah bergerak untuk melakukan pengawasan di lapangan. Polisi akan terus memonitor kondusivitas masyarakat Tasikmalaya," katanya.

Selain itu, Anom juga mengingatkan masyarakat agar tidak sampai membuat hal-hal yang meresahkan terkait corona, apalagi sampai membuat atau menyebarkan hoax terkait hal tersebut. Menurutnya situasi saat ini mengharuskan semuanya bertindak bijak dan mengikuti anjuran pemerintah.

"Tidak perlu menyebarkan berita yang tidak jelas sumbernya. Jika ada yang menyebarkan hoaks, kita tak segan untuk melakukan tindakan," tegasnya. (mdk/ray)

Baca juga:
Sudah 500 Orang Lapor ke Pos Pemantauan Virus Corona RSPI Sulianti Saroso
Mabes Polri Selidiki Penyebar Identitas Pasien Positif Corona
Polisi Pantau Pelaku Penyebar Data Pribadi Pasien Virus Corona di Media Sosial
CEK FAKTA: Suspect Corona, Pasien RSUD Pasar Rebo Dibawa ke RSUP Persahabatan
Polisi Pastikan Panic Buying Tak Ganggu Pasokan Bahan Pangan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami