Antisipasi Corona, Wali Kota Malang Ancam Cabut Izin Kafe yang Nekat Buka

Antisipasi Corona, Wali Kota Malang Ancam Cabut Izin Kafe yang Nekat Buka
PERISTIWA » MALANG | 22 Maret 2020 09:34 Reporter : Darmadi Sasongko

Merdeka.com - Wali Kota Malang Sutiaji mengingatkan secara tegas kepada para pelaku usaha yang tidak mematuhi Surat Edaran (SE) terkait penanggulangan virus corona. Karena kerumunan dan mobilitas menjadi sumber penyebaran yang dapat membahayakan orang lain.

"Saya ingin sampaikan pesan kepada publik, khususnya para pelaku usaha yang tetap saja beraktivitas dengan mobilitas orang yang banyak hadir di tempat. Mari kita bangun kesadaran bersama karena nasib kita ada pada kesadaran dan tanggung jawab kita," kata Sutiaji merespons laporan dan informasi masih adanya kegiatan berhimpun massa di sejumlah kafe, Minggu (22/3).

Sutiaji menegaskan, pemerintah tidak berniat atau sengaja menjadikan masyarakat susah atau merugi. Tetapi terkait corona, harus mengutamakan keselamatan 1 juta orang yang tinggal di kota Malang.

"Anda abai dan Anda tidak sadar kadang virus itu datang dari mana, karena pergerakan antara kita, satu dan yang lainnya kita tidak tahu. Jadi saya minta indahkan, perhatikan dan patuhi aturan tentang social distance serta bergiat di rumah masing-masing," tegasnya.

Sutiaji telah meminta Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk bertindak tegas kepada kafe dan usaha lain yang masih menjadi kerumunan orang. Beberapa telah diingatkan dan langsung menghentikan aktivitas yang bersifat kerumunan orang.

"Saya perintahkan Kasatpol PP, dan saya monitor Satpol PP juga terus bergerak di lapangan. Karena ternyata tetap bandel, tak segan kita tutup izinnya. Ini menyangkut keselamatan bersama. Janganlah main-main," terang Sutiaji.

"Ini bukan untuk menakut-nakuti atau membuat resah, lebih pada tanggung jawab untuk memotret fakta sesungguhnya. Sehingga terbangun kesadaran dan tanggung jawab bersama. Ayolah gotong royong melawan Convid-19," pesan Sutiaji.

Hingga tanggal 21 Maret, tercatat jumlah ODR (orang dengan risiko) terpapar corona sebanyak 285 orang, ODP (orang dalam pantauan) sebanyak 78 orang dan PDP (pasien dalam pengawasan) menjadi 8 orang dari sebelumnya 4 orang.

Dua orang dinyatakan positif corona, di mana salah satunya meninggal dunia. Pasien positif corona saat ini menjalani karantina di RSSA Malang.

ODR adalah orang yang telah di-tracking memiliki riwayat karena pernah berpergian dari negara atau daerah yang ter-suspect corona dan atau berhubungan dengan PDP tapi belum menunjukkan tanda gejala gangguan secara fisik.

Ada pun ODP, seperti ODR namun sudah menunjukkan gejala gangguan fisik. Sedangkan PDP sudah dalam perawatan medis dan harus masuk rumah sakit atau diisolasi. (mdk/cob)

Baca juga:
Dinkes Minta Orang yang Kontak dengan Kajari Bantul untuk Mengisolasi Diri
Pemkab Blitar Lacak Orang yang Pernah Kontak dengan Pasien Positif Corona
Skenario Ridwan Kamil Siapkan Hotel untuk Disulap Jadi Rumah Sakit Darurat Corona
41 Warga Jatim Positif Corona, Kebijakan Belajar di Rumah Diperpanjang
Anggota DPR Usulkan Bank Pangan untuk Jaring Pengaman di Tengah Wabah Corona
Kajari Bantul Dikabarkan Positif Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami