Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemprov Kepri Buka Destinasi Wisata Terbatas

Antisipasi Gelombang Ketiga Covid-19, Pemprov Kepri Buka Destinasi Wisata Terbatas
Rapat persiapan travel bubble yang dipimpin Gubernur Kepri Ansar Ahmad di Batam. ANTARA
NEWS | 26 Oktober 2021 21:15 Reporter : Henny Rachma Sari

Merdeka.com - Pemerintah Indonesia kini telah melonggarkan sejumlah aturan menyusul melandainya kasus Covid-19. Meski demikian, gelombang ketiga Covid-19 tetap harus diantisipasi.

Seperti yang dilakukan Pemprov Kepri dengan membuka destinasi wisata Nongsa dan Bintan secara terbatas. "Terus dorong protokol kesehatan," kata Gubernur Kepri Ansar Ahmad dalam rapat persiapan pembukaan travel bubble di Batam, Selasa (26/10), seperti diberitakan Antara.

Ia mempertimbangkan kebijakan pelarangan mudik saat libur Natal dan Tahun Baru, demi menghindari potensi gelombang ketiga Covid-19. Belajar dari pengalaman saat Lebaran, meski mudik dilarang namun warga tetap bepergian menggunakan kapal ke daerah penyangga, hingga menyebabkan penyebaran Covid-19 sampai hingga ke pesisir yang sebelumnya masih hijau.

Menurut dia, saat perayaan Natal dan Tahun Baru, tidak hanya umat Kristiani yang melakukan perjalanan, melainkan seluruh masyarakat ikut berlibur, menghabiskan waktu di hotel dan bersantai di pantai. Dan itu rawan penularan Covid-19.

"Semua orang pergi ke pantai inap di hotel jadi ini perlu kehati-hatian," kata dia.

Begitu pula dengan rencana pelaksanaan kebijakan "travel bubble". Gubernur mempertanyakan kembali kesiapan pelaku usaha dan masyarakat menerima wisman berlibur, utamanya di Nongsa Sensation dan Bintan Resor sebagai "pilot project" pembukaan perbatasan.

"Berani enggak buka? Mau enggak wisman datang dalam kondisi seperti ini. Kalau belum sepakat, tunda hingga Januari. Kita lihat akhir Desember, saat Natal dan Tahun Baru," kata Gubernur.

Dalam kebijakan ini, pemerintah mengizinkan wisman datang ke Nongsa Sensationd an Bintan Resor dengan sejumlah persyaratan, di antaranya empat kali PCR, saat berangkat dari negaranya, saat tiba di Batam atau Bintan, saat hendak meninggalkan Batam atau Bintan, dan saat tiba di negaranya.

Wisman juga harus menjalani karantina selama lima hari sebelum berkegiatan.

"Presiden dan pemerintah pusat berhati-hati, karena pengalaman, Dulu hijau, setelah Lebaran melonjak naik," kata dia.

Saat ini, penularan Covid-19 di Kepri memang relatif melandai. Namun, tidak ada yang bisa memastikan kondisi ini terus terjaga.

"Karena ada indikasi ada peningkatan di daerah-daerah, meski kecil. Maka pemerintah masih gunakan persyaratan itu," kata dia. (mdk/rhm)

Baca juga:
Aturan Lengkap Masuk ke Indonesia dari Luar Negeri, Ketahui Syarat Karantina
Pemerintah Jokowi Siapkan Roadmap Transisi Pandemi Jadi Endemi, Begini Isinya
Marak Siswa Terpapar Covid-19, Pemkot Solo Siapkan Rumah Karantina
Langkah Pendaftaran Vaksinasi Covid-19 Secara Online, Bisa Untuk Pelajar
China Mulai Suntik Anak Usia Tiga Tahun dengan Vaksin Covid-19
Menkes: Molnuvirapir Cegah Penderita Covid-19 Masuk Rumah Sakit

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami