Antisipasi Kasus Omicron, Pemerintah Terapkan PPKM Jawa-Bali 18-24 Januari 2022

Antisipasi Kasus Omicron, Pemerintah Terapkan PPKM Jawa-Bali 18-24 Januari 2022
Lockdown di Sejumlah Wilayah Ibu Kota Manila. ©2021 AFP/Ted Aljibe
NEWS | 18 Januari 2022 06:10 Reporter : Intan Umbari Prihatin

Merdeka.com - Pemerintah kembali memperpanjang penerapan kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali. Kali ini masa pemberlakukan PPKM dilakukan selama satu minggu mulai 18 Januari 2021 sampai 24 Januari 2022.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 03 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Corona Virus Desease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali.

"Instruksi Menteri ini mulai berlaku pada tanggal 18 Januari 2022 sampai dengan tanggal 24 Januari 2022," dalam inmendagri tersebut dikutip merdeka.com, Selasa (18/1).

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA mengatakan, terbitnya Inmendagri tersebut merupakan bentuk mitigasi yang dilakukan pemerintah. Sehingga adanya bentuk peningkatan kesiapan dan kewaspadaan dini dari pemerintah Daerah dalam menghadapi potensi peningkatan kasus masyarakat terhadap penularan Covid 19 terutama varian Omicron.

Tidak hanya PPKM di Jawa dan Bali, PPKM di luar Jawa-Bali pun pemerintah lakukan diterapkan selama 2 minggu yaitu mulai tanggal 18 Januari sampai dengan tanggal 31 Januari 2022.

Aturan tersebut pun tertuang dalam Inmendagri Nomor 04 Tahun 2022 Tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2 dan Level 1 Serta Mengoptimalkan Posko Penanganan Corona Virus Disease 2019 Di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Corona Virus Disease 2019 Di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

“Dua Inmendagri ini merupakan panduan bagi daerah untuk lebih tanggap dan waspada serta melakukan langkah antisipasi yang ditindaklanjuti dengan kebijakan di daerah, sehingga respon daerah untuk menekan jumlah kasus terpapar dapat dilakukan lebih terukur," katanya dalam pesan tertulis.

2 dari 2 halaman

Puncak Omicron Februari

Untuk diketahui Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan memperkirakan puncak gelombang karena varian Omicron akan terjadi pada awal Februari. Perkiraan tersebut berkaca dari pengalaman negara lain yang alami puncak omicron selama 40 hari lebih cepat dari varian Delta.

"Untuk kasus Indonesia, kita perkirakan puncak gelombang karena Omicron akan terjadi pada awal Februari," kata Luhut dalam konferensi pers, Selasa (11/1) malam.

Dia menjelaskan sebagian besar kasus yang terjadi diperkirakan akan bergejala ringan. Sehingga nanti strateginya juga akan berbeda dengan varian Delta.

"Indonesia saat ini jauh lebih siap dalam menghadapi potensi gelombang varian Omicron. Tingkat vaksinasi sudah lebih tinggi, kapasitas testing dan tracing kita juga jauh lebih tinggi," ungkapnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Mobilitas Masyarakat di Akhir 2021 Menunjukkan Perbaikan
PPKM Diperpanjang, Luhut Imbau Masyarakat Batasi Mobilitas dan Kerja di Rumah
Pengunjung Mal di DKI Jakarta Tetap Stabil Meski PPKM Level 2
Pemerintah Perpanjang PPKM Luar Jawa Bali Hingga 31 Januari
Pemerintah Sore Ini Umumkan Status PPKM Jawa-Bali
Antisipasi Lonjakan Omicron, IDI Saran Peningkatan Level PPKM Harus Direncanakan

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami