Antisipasi Lonjakan Pasien, Rumah Sakit di Cirebon Buka Layanan Terapi Cuci Darah

PERISTIWA | 17 September 2019 01:34 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Untuk mengantisipasi lonjakan pasien penderita ginjal kronis atau gagal ginjal, Rumah Sakit Putera Bahagia Siloam Hospitals Group membuka Unit Pelayanan Hemodialisis yang dilengkapi dengan empat mesin cuci darah dan dukungan tenaga dokter spesialis.

"Pembukaan unit pelayanan Hemodialisis dengan empat mesin, didukung kerja sama tim yang beranggotakan dokter spesialis penyakit dalam, dokter nefrologi, dokter umum yang bersertifikasi HD, serta perawat yang terampil, mahir dan bersertifikat," terang Deputi Presiden Direktur Siloam Hospitals Group Carolin Riadi kepada wartawan. Dikutip dari Liputan6.com, Senin (16/9).

Hemodialisis adalah terapi cuci darah di luar tubuh untuk seseorang yang ginjalnya tidak bekerja secara normal. Bagi pasien ginjal kronis atau gagal ginjal, organ ini sudah tidak bisa berfungsi dengan baik. Kondisi tersebut membuat tubuh membutuhkan proses cuci darah melalui bantuan alat medis.

Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefi) melihat bahwa saat ini banyak masyarakat yang belum menyadari ancaman gagal ginjal, dan tidak segera mengambil langkah preventif. Padahal diperkirakan pada tahun 2014 hingga 2019, pasien gagal ginjal diperkirakan mencapai 100 ribu.

Hingga kini, fasilitas hemodialisis di Cirebon masih minim dan terbatas. Alasan ini pula yang membuat Siloam Hospitals Putera Bahagia membuka Unit Pelayanan Hemodialisis.

"Pembukaan layanan diharapkan membantu mempertahankan kualitas dan harapan hidup masyarakat Cirebon, khususnya pasien yang terkena penyakit ginjal kronik," terangnya.

Selain Carolin Riadi, pembukaan Unit Hemodialisis RS Putera Bahagia Siloam Hospitals Group juga dihadiri Kepala Dinas Kotamadya Cirebon Dr Edi Sugiarto, Direktur Rumah Sakit di Cirebon, Kepala Puskesmas di sekitar Rumah Sakit Putera Bahagia dan sejumlah pihak lain.

Baca juga:
Banyak Pasien Penyakit Ginjal Telat Mengenali Gejala Penyakitnya
Penderita Diabetes dan Hipertensi Memiliki Risiko Tinggi Alami Gagal Ginjal
Gagal ginjal, ABK kapal tanker asal Hong Kong dievakuasi di Aceh
Polisi panggil penerima donor ginjal Ita yang hanya dibayar Rp 70 juta
Jual ginjal demi bayar utang Rp 350 juta, Ita cuma dibayar Rp 70 juta
Jaga kesehatan, ada wacana 8 penyakit ini tak lagi ditanggung BPJS Kesehatan

(mdk/cob)