Antisipasi Virus Corona, 31 Orang dari China Jalani Observasi di Sumsel

Antisipasi Virus Corona, 31 Orang dari China Jalani Observasi di Sumsel
PERISTIWA | 18 Februari 2020 15:20 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Baru pulang dari China, 31 orang menjalani observasi di wilayah Sumatera Selatan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona. Sementara 12 orang yang lebih dulu tiba dinyatakan negatif.

Kepala Seksi Surveillance dan Imunisasi Dinas Kesehatan Sumsel Yusri mengatakan, mereka terdiri dari 24 mahasiswa, 2 tenaga kerja Indonesia, 4 tenaga kerja asing dan seorang wisatawan. Untuk warga lokal di antaranya 18 asal Palembang, 3 dari Ogan Komering Ilir, 2 dari Ogan Ilir dan satu dari Musi Banyuasin.

"Ada 31 orang yang diobservasi karena baru pulang dari China, tetapi bukan dari Wuhan," ungkap Yusri, Selasa (18/2).

Sesuai prosedur, pengawasan dilakukan paling cepat 14 hari oleh tim medis setempat. Selama itu, mereka harus mengurangi aktivitas di luar rumah dan menggunakan masker.

"Pemeriksaan setiap hari. Jika ada gejala dugaan virus Corona langsung dievakuasi untuk pemeriksaan, ujarnya.

Sementara, 12 orang yang lebih dulu kembali, telah dinyatakan negatif terpapar Corona. Begitu juga seorang warga yang baru saja dipulangkan setelah menjalani observasi di Natuna, Kepulauan Riau, belum lama ini.

"Semuanya dinyatakan sehat dan negatif virus Corona. Mereka sudah diperkenankan beraktivitas seperti biasa," tutupnya. (mdk/ray)

Baca juga:
RSMH Kirim Sampel Darah Pasien Terduga Suspect Virus Corona ke Laboratorium Kemenkes
Kemenko Perekonomian: Tak Cuma China yang Terimbas Virus Corona
Selain Insentif, Pemerintah Genjot Penyaluran Bansos Tangkal Dampak Virus Corona
Virus Corona Picu Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Anjlok ke 4,7 Persen
Tiga WNI Penumpang Kapal Pesiar yang Dikarantina di Jepang Positif Terinfeksi Corona
Direktur Rumah Sakit di Wuhan Meninggal karena Corona
Cerita WNI dari Wuhan Sempat Ditolak di Kampung Halaman karena Corona

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami