Antisipasi virus MERS, jemaah haji asal Semarang diimunisasi

PERISTIWA | 10 Agustus 2014 16:13 Reporter : Fariz Fardianto

Merdeka.com - Menjelang musim ibadah haji pada 1 September 2014, ribuan jemaah haji asal Kota Semarang Jawa Tengah diminta mewaspadai penyebaran virus MERS. Alasannya, karena MERS merupakan virus mematikan yang menyerang organ pernafasan manusia.

Data dari Kementerian Agama Kota Semarang menyebutkan, saat ini ada sebanyak 1.861 jemaah haji asal Kota Semarang siap diterbangkan ke Makkah. Dari jumlah itu, jemaah haji terbanyak terdapat di wilayah Kecamatan Pedurungan yakni 315 orang, sedangkan jumlah jemaah haji paling sedikit ada di Kecamatan Tugu hanya 25 orang.

Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kementerian Agama Kota Semarang Labib, mengatakan, meski jumlah jemaah haji yang berangkat ke Makkah relatif stabil dan tidak jauh berbeda bila dibanding tahun lalu, namun kali ini para jemaah harus ekstra waspada menghadapi berbagai wabah penyakit menular selama berada di Arab Saudi.

"Kami telah meminta kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan imunisasi influenza bagi para jemaah. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran penyakit e-bola, miningitis dan MERS," ujar dia, di sela-sela kegiatan Manasik Haji di Aula Kampus III IAIN Walisongo, Minggu (10/8).

Untuk mengantisipasi wabah virus MERS, dia telah meminta kepada setiap jemaah untuk memakai masker. Para jemaah juga diimbau untuk meningkatkan stamina dan menjaga kesehatan selama beribadah haji.

"Pada tahun-tahun sebelumnya, kami belum menemukan jemaah yang terjangkit penyakit pernapasan. Bila ditemukan, kami langsung merawat jemaah di salah satu rumah sakit berfasilitas lengkap di sana," kata dia.

Sementara itu, Kepala Kementerian Agama Kota Semarang, Taufiqrahman menjamin penuh biaya imunisasi miningitis akan ditanggung oleh Kementerian Agaman dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Selama di Arab Saudi, sudah ada bus yang siap membawa jemaah menempuh perjalanan sejauh 700 meter-4000 meter. Di sana juga ada asuransi dan fasilitas kesehatan lainnya," kata Taufiqrahman.

(mdk/war)

TOPIK TERKAIT