Antrean Tes GeNose di Solo Mengular, Penumpang Kereta Diminta Daftar Lebih Awal

Antrean Tes GeNose di Solo Mengular, Penumpang Kereta Diminta Daftar Lebih Awal
Antrean Pemeriksaan GeNose C19 di Solo. ©2021 Merdeka.com/Arie Sunaryo
PERISTIWA | 15 Februari 2021 19:35 Reporter : Arie Sunaryo

Merdeka.com - Hari pertama layanan pemeriksaan GeNose C19 di Stasiun Solo Balapan berjalan lancar. Masyarakat yang akan melakukan perjalanan jauh antusias melakukan pemeriksaan sejak pagi. Bahkan hingga siang, jumlah calon penumpang yang datang mencapai lebih dari 125 orang hingga terjadi antrean panjang.

Pantauan di Solo Balapan, sejumlah tempat duduk yang disediakan oleh PT KAI dipenuhi oleh penumpang yang hendak melakukan pemeriksaan. Akibatnya penumpang, antrean pemeriksaan GeNose menjadi semakin panjang.

“Butuh waktu sekitar 30 menit untuk mengantre. Saya baru pertama ini melakukan pemeriksaan GeNose,” ujar Reika Cahya, calon penumpang asal Polokarto, Sukoharjo.

Manager Humas PT KAI Daop 6 Yogyakarta, Supriyanto menghimbau kepada calon penumpang yang akan melakukan pemeriksaan GeNose agar datang ke stasiun sehari sebelum keberangkatan. Hal ini untuk mengantisipasi agar tidak terjadi antrean panjang.

"Agar tidak antre, kita imbau datang sebelumnya. Untuk yang jadwal keberangkatan pagi, sehari sebelumnya harus sudah pemeriksaan GeNose. Yang keberangkatan sore, pagi harinya harus melakukan pemeriksaan," katanya.

Menurut dia, pemeriksaan GeNose hanya diperuntukkan bagi penumpang kereta jarak jauh. Tarif pemeriksaan GeNose sebesar Rp20 ribu untuk sekali pemeriksaan.

“Syarat untuk dapat melakukan pemeriksaan GeNose C19 di stasiun, calon penumpang harus memiliki tiket atau kode booking KA jarak jauh yang sudah lunas,” katanya.

Selama 30 menit sebelum melaksanakan pemeriksaan, lanjut dia, calon penumpang dilarang merokok, makan, dan minum (kecuali air putih) untuk meningkatkan akurasi hasil pemeriksaan GeNose C19.

Selain itu, saat pelaksanaan calon penumpang diminta untuk meniup kantong hingga penuh dan mengikuti arahan dari petugas atau petunjuk yang ada di lokasi pemeriksaan.

Supriyanto menambahkan, sesuai SE Kemenhub No 20 Tahun 2021, pelanggan Kereta Api Jarak Jauh diwajibkan menunjukkan surat keterangan negatif GeNose C19 atau Rapid Test Antigen atau RT-PCR yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 3x24 jam sebelum jam keberangkatan.

Khusus untuk keberangkatan selama libur panjang atau libur keagamaan, sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1x24 jam sebelum jam keberangkatan.

“KAI akan memastikan bahwa yang dapat naik KA adalah pelanggan yang dalam kondisi sehat dan memenuhi persyaratan sesuai ketentuan pemerintah. Pelanggan KA diimbau untuk mematuhi seluruh protokol kesehatan pencegahan penyebaran covid-19 yang sudah ditetapkan,” pungkas dia. (mdk/ray)

Baca juga:
China Berperan dalam Penyebaran Informasi Konspirasi Covid-19
Wali Kota Bekasi Sebut PPMK Efektif Turunkan Rasio Positif Covid-19
15 Februari 2021: 1.223.930 Positif Covid-19, 33.367 Meninggal
Wagub DKI: Tolak Ukur Keberhasilan Tangani Pandemi dari Angka Kematian dan Kesembuhan
Saudi Perpanjang Pembatasan Covid-19 Sampai 20 Hari, Bioskop Hingga Mal Ditutup

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami