Aparat dan Warga Cari Mantri Hilang Usai Fasilitas Umum di Kiwirok Dibakar KST

Aparat dan Warga Cari Mantri Hilang Usai Fasilitas Umum di Kiwirok Dibakar KST
Pembakaran Fasilitas Umum di Distrik Kiwirok. ©2021 Merdeka.com
NEWS | 15 September 2021 13:51 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Aparat bersama warga hingga kini masih mencari seorang tenaga kesehatan usai pembakaran fasilitas umum dilakukan dan kontak senjata antara kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo dan personel TNI dan Polri di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, pada Senin (13/9).

Seorang mantri kesehatan dikabarkan hilang setelah insiden tersebut, sementara lima tenaga kesehatan lainnya ditemukan terluka dan kini menjalani perawatan setelah dievakuasi.

"Memang benar ada laporan seorang nakes atau mantri kesehatan belum diketahui keberadaannya dan saat ini masih dicari. Mudah-mudahan yang bersangkutan ditemukan dalam keadaan selamat," kata Komandan Korem 172/PWY, Brigadir Jenderal TNI Izak Pangemanan, di Jayapura, Papua, Rabu (15/9).

Dia mengatakan, anggota TNI AD yang terluka beserta tenaga kesehatan akan segera dievakuasi ke Jayapura untuk dirawat secara medik. Pemindahan mereka yang dijadwalkan Rabu (15/9) tidak dapat dilakukan karena cuaca sehingga akan dilaksanakan Kamis (16/9).

Helikopter EC-725 Caracal TNI AU saat ini sudah ada di pusat operasi Pangkalan Udara TNI AU Silas Papare di Sentani, Papua, dan akan terbang ke Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, Kamis (16/9), guna mengangkut para korban luka-luka.

"Aksi kekerasan yang dilakukan KKB terhadap nakes di luar batas kemanusiaan," kata Pangemanan.

Sebelumnya diberitakan, pada Senin (13/9), terjadi kontak tembak antara alat negara dengan kelompok bersenjata pimpinan Lamek Taplo di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

Kelompok itu juga membakar sejumlah fasilitas umum, di antaranya puskesmas, gedung sekolah dasar, kantor Bank Pembangunan Daerah Papua serta rumah warga dan pasar.

Sebelumnya diberitakan, seorang mantri kesehatan hingga kini belum ditemukan usai pembakaran sejumlah fasilitas umum (fasum) dilakukan Kelompok Separatis Teroris (KST) pada Senin (13/9) pagi waktu setempat. Sejumlah fasilitas umum dibakar itu yakni seperti kantor Distrik, Kantor Kas Bank Papua Kiwirok, Puskesmas Kiwirok, Rumah Dokter, Barak Nakes, SD Inpres, Rumah Guru dan Pasar.

"Dapat kami sampaikan bahwa seorang Mantri Kesehatan dilaporkan sampai saat ini juga belum ditemukan," kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Mustofa Kamal dalam keterangannya, Rabu (15/9).

Pencarian terhadap mantri tersebut hingga kini masih dilakukan tim gabungan TNI dan Polri. Sementara lima tenaga kesehatan yang sebelumnya juga dilaporkan menghilang sudah ditemukan dalam kondisi luka-luka.

"Dalam aksi kejadian tersebut lima Tenaga Kesehatan (Nakes) yang sebelumnya dikabarkan hilang saat ini telah ditemukan dalam keadaan mengalami luka-luka diantaranya empat perawat dan satu Dokter," ujar dia.

Kamal mengatakan, lima tenaga kesehatan yang terlaku itu kini menjalani perawatan medis. Hingga saat ini, petugas masih terus melakukan pengejaran terhadap para KST.

"Korban yang telah ditemukan saat telah mendapatkan perawatan medis. Personel gabungan TNI-Polri saat ini masih melakukan pencarian terhadap seorang Mantri Kesehatan yang belum ditemukan," tandasnya.

Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol. Mathius Fakhiri mengakui dua tenaga kesehatan yang sebelumnya dilaporkan hilang ditemukan di jurang wilayah Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang.

"Anggota TNI/Polri sedang berupaya mengevakuasi kedua korban," kata Kapolda Papua di Jayapura, Selasa (14/9).

Aparat keamanan, kata Irjen Pol. Mathius Fakhiri, sudah menemukan mereka. Namun, belum berhasil mengevakuasi karena keduanya terjatuh ke jurang.

Keduanya diduga terjatuh ke jurang saat melarikan diri ketika terjadi baku tembak antara aparat keamanan dan KKB. Setelah itu, KKB melakukan pembakaran sejumlah fasilitas umum, seperti puskesmas beserta perumahannya, Kantor Bank Pembangunan Daerah (BPD) Papua, serta rumah warga.

Dari laporan yang diterima, selain dua nakes yang masih belum berhasil dievakuasi, mereka dalam kondisi terluka. Aparat juga masih mencari keberadaan seorang nakes yang hingga kini belum diketahui tempatnya.

Rekan-rekan sesama nakes juga tidak mengetahui keberadaannya karena saat insiden tersebut mereka langsung berlarian untuk menyelamatkan diri.

"Mudah-mudahan anggota segera dapat mengevakuasi kedua nakes serta menemukan seorang lainnya dalam keadaan selamat," kata Kapolda Irjen Pol. Fakhiri. (mdk/gil)

Baca juga:
Kapolda Papua Barat Perintahkan Foto DPO KNPB Serang Posramil di Maybrat Disebar
Evakuasi Korban Pesawat Rimbun Air Jatuh Lewat Darat, Aparat Antisipasi Gangguan KKB
TNI-Polri Bahu-Membahu Perbaiki Jembatan yang Dirusak KNPB di Papua
TNI-Polri Perbaiki Jembatan di Maybrat Dihancurkan KNPB
Lima Nakes Ditemukan Terluka Usai Teror KST di Kiwirok Dirawat, Satu Mantri Hilang

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami