APBD 2021 Turun 600 Miliar, Banyuwangi Siapkan Sejumlah Strategi

APBD 2021 Turun 600 Miliar, Banyuwangi Siapkan Sejumlah Strategi
Bupati Anas menghadiri pelantikan pengurus Kadin Banyuwangi. ©2020 Merdeka.com
PERISTIWA » BANYUWANGI | 27 November 2020 09:42 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Dampak pandemi Covid-19 memaksa terjadinya penurunan porsi pendapatan di berbagai daerah. Dampak tersebut juga di rasakan Kabupaten Banyuwangi.

APBD tahun 2020 yang semula sebesar Rp 3,3 triliun rupiah, mengalami penurunan di tahun 2021 hingga Rp 600 miliar atau diajukan menjadi Rp 2,7 triliun.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, penurunan tersebut terjadi akibat penurunan fiskal pemerintah. Anas di akhir periode jabatannya berpesan kepada berbagai elemen, salah satunya Pengurus Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Banyuwangi untuk sinergi menguatkan proyeksi pemulihan ekonomi tahun 2021.

"Saya harap Kadin bisa menjadi mitra strategis buat pemerintah daerah. Kadin tanpa pemerintah agak berat jalannya, pemerintah tanpa Kadin menurut saya juga akan repot jalannya," kata Anas saat menghadiri pelantikan pengurus Kadin Banyuwangi periode 2019-2024, Kamis (26/11).

Banyuwangi sangat luas, 5790 Km persegi, jumlah penduduk 1,7 juta jiwa, butuh skala prioritas untuk perbaikan infrastruktur, SDM, kesehatan, pertanian hingga berbagai sektor lain.

"Banyuwangi sangat luas, jadi betapa pusingnya kita membagi anggaran. Apalagi di tahun 2021 APBD kita turun, dan itu terjadi di seluruh Indonesia, terutama bagi yang bergerak di pariwisata. Dari Rp 3,3 triliun, APBD kita turun menjadi Rp 2,7 triliun, turun Rp 600 miliar," kata Anas.

Panjang jalan di Banyuwangi sendiri mencapai 3.200 kilometer, sehingga perbaikan jalan butuh proses panjang dan kerjasama dari masyarakat untuk turut merawat. Dari luas Banyuwangi yang mencapai 5790 Km persegi, setara dengan luasan gabungan beberapa kabupaten-kota di Jawa Timur; Ngawi, Magetan, Madiun, Madiun kota, Pacitan dan Ponorogo.

Dengan demikian, kata Anas, dengan keterbatasan anggaran, perlu sinergi antara pemerintah dengan pengusaha untuk turut membantu perbaikan infrastruktur.

"Kalau anggarannya segini, siapapun bupatinya, jalannya masih akan banyak yang rusak. Sehingga butuh sinergi dengan berbagai pihak," kata Anas.

Sementara itu, Ketua Kadin Banyuwangi, David Wijaya Tjoek mengaku siap menjalankan tugas-tugasnya berkolaborasi dengan pemkab. Dia berkomitmen untuk terus berinovasi dan kreatif dalam menggali potensi ekonomi di Banyuwangi.

"Melalui jejaring informasi kita bisa melihat bahwa aktivitas masyarakat dunia di sektor perdagangan, industri dan jasa semakin kompetitif. Sebagai pelaku usaha di Banyuwangi kita harus pandai membaca sinyal ini. UMKM akan kita dorong untuk bisa lebih berdaya saing," kata dia.

Reporter:Mohammad Ulil Albab (mdk/hhw)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami