Aplikasi PeduliLindungi Belum Jadi Syarat Masuk Pasar Tradisional Jateng

Aplikasi PeduliLindungi Belum Jadi Syarat Masuk Pasar Tradisional Jateng
Pengunjung scan barcode saat memasuki mal. ©2021 Liputan6.com/Herman Zakharia
NEWS | 3 Oktober 2021 12:00 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Jawa Tengah belum berencana menerapkan penggunaan aplikasi PeduliLindungi sebagai syarat masuk pasar tradisional di wilayahnya. Sebab, pencapaian vaksinasi pedagang di 35 kabupaten kota belum 100 persen.

"Capaian vaksinasi para pedagang pasar tradisional masih 70-80 persen. Jadi kita belum menggunakan skrining aplikasi PeduliLindungi masuk pasar tradisional di Jateng," kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Propinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo di Semarang, Minggu (3/10).

Dia menjelaskan penggunaan aplikasi PeduliLindungi baru diterapkan di pusat perbelanjaan modern. Sebab, masyarakat yang keluar masuk di pasar tradisional lebih heterogen dibandingkan ritel modern.

"Pengendaliannya lebih sulit jika pasar tradisional menggunakan aplikasi PeduliLindungi, meski sudah ada pembentukan satgas. Tapi kalau ada SDM-nya untuk itu bisa, kebijakannya kembali ke kabupaten kota," ungkapnya.

Upaya percepatan vaksinasi terhadap pedagang pasar tradisional sudah berjalan sesuai kebijakan Menteri. Hingga saat ini proses vaksinasi tahap pertama dan tahap kedua terus digenjot.

"Kalau kebijakan menteri perdagangan menyampaikan pedagang harus disuntik vaksin, kami sudah jalankan sejak awal sejalan dengan kebijakan pak Gubernur Jateng," jelasnya.

Sedangkan kondisi pasar tradisional sekarang sudah mulai mudah dikendalikan. Sebab, sejauh ini belum ada kasus klaster covid-19 di pasar tradisional. Kondisi tersebut lebih cepat mendorong pemulihan ekonomi nasional. Sesuai dengan penurunan level PPKM seluruh kabupaten kota di wilayah Jateng di bawah level empat.

"Dengan penurunan level menjadi level dua dan tiga, para pelaku ekonomi harus berjalan bersama kebijakan pemerintah pusat," pungkasnya.

Baca juga:
Pengertian 4 Warna Indikator di Aplikasi PeduliLindungi
Mulai Oktober 2021, Naik Kereta dan Pesawat tak Perlu Aplikasi PeduliLindungi
Cara Mengakses PeduliLindungi bagi Pemegang Sertifikat Vaksin Covid-19 Non-Indonesia
Satgas: Penerapan PeduliLindungi di Pasar Komitmen Hidup Produktif dan Aman Covid-19
Solo Great Sale Diluncurkan, Gibran Ajak Masyarakat Berbelanja

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami