APPBI Keberatan Pengelola Mal Diharuskan Tes Corona Seluruh Karyawan Saat New Normal

APPBI Keberatan Pengelola Mal Diharuskan Tes Corona Seluruh Karyawan Saat New Normal
PERISTIWA | 2 Juni 2020 19:46 Reporter : Bachtiarudin Alam

Merdeka.com - Pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang Dilakukan Pada Masa Pandemi Corona virus Disease 2019 (COVID-19) dan New Normal, telah membolehkan mal beroperasi selama tatanan kehidupan baru atau new normal.

Surat edaran itu turut menjabarkan kewajiban agar pedagang atau penjaga toko harus bebas dari pandemi Corona atau Covid-19. Misalnya, memberlakukan wajib bukti negatif hasil tes PCR atau rapid test untuk pedagang di pasar rakyat, karyawan mal, pramusaji di restoran dan farmasi.

Atas aturan tersebut, Ketua Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Stefanus Ridwan merespon jika kebijakan itu dilimpahkan kepada pengusaha mal akan sangat memberatkan. Sedangkan, itu tak menjamin terbebas dari Covid-19, karena hasil tes hanya berlaku sementara.

"Bayangin di seluruh Indonesia itu sekitar 2,5 juta pegawai, itu jelas tidak mudah untuk dilakukan tes. Terlebih tes itu kan hanya berlaku ada yang tiga hari maupun tujuh hari, setelah itu kan mesti tes lagi. Jadi misalkan ada karyawan yang setelah ikut tes, dan kena sudah tidak berlaku lagi kan," katanya kepada merdeka.com, Selasa (2/6).

"Terlebih biayanya tes itu sangatlah besar biaya dan waktunya mau kapan? Untuk melakukan tes sekitar Rp2,5 juta orang pasti buat ngantri tes aja lama itu. Saya kira lebih baik tes itu untuk tempat-tempat yang masuk zona merah dan itu sangat rawan," sambungnya.

Selanjutnya, dia menerangkan, jika pencegahan yang paling efektif adalah tetap menerapkan protokol kesehatan sebagaimana mestinya dan lebih diperketat dalam pengawasannya.

"Karena kalau kita jalan ke mal itu paling tidak suhunya sudah tidak 37.3 celcius dan dan adanya jaga jarak yang ketat pengawasannya, termasuk saat di dalam toko," terangnya.

1 dari 3 halaman

Mal Sudah Latihan untuk New Normal

Lebih jauh, Stefanus menjelaskan, pada penerapan new normal para pengelola mal juga sudah siap, karena telah beradaptasi selama penerapan PSBB maupun disaat pandemi virus corona kemarin.

"Saya kira persiapan nya sudah latihan ya, karena memang rata-rata mal sudah dibuka seperti supermarket, apotek, bank, dan makanan-makanan yang take away. Jadi sama nanti protokolnya dengan yang nanti new normal. Jadi tidak kaget," katanya.

Lebih spesifik, dia menerangkan, dalam penerapan new normal akan fokus kepada toko-toko yang nanti baru buka, untuk menerapkan jaga jarak, lakukan penyemprotan desinfektan, dan di restoran akan diberikan jarak dan pembatas.

2 dari 3 halaman

Tidak Ada Bedanya

Lebih jauh, dia menilai jika tidak ada perbedaan antara new normal dengan aturan dari protokol kesehatan yang sudah dijalankan.

"Jadi selama vaksin dan obat tidak ditemukan, kita harus hidup sebagaimana norma-norma yang baru, jadi new normal itu seperti aturan yang PSBB yang sudah kita lakukan kemarin. Harus kita kuatkan lagi, seperti pakai masker, handsanitizer, jaga jarak itu harus dilaksanakan," sebut dia.

"Saya kira gini kita melihat kebiasaan saat new normal ini sudah tidak bisa lagi orang malas pakai masker, malas menjaga jarak. Mungkin pemerintah akan menertibkan itu dengan sanksi, sampai angka covid-19 ini menurun," lanjutnya.

Oleh sebab itu, Stefanus meminta kepada masyarakat untuk konsisten mematuhi protokol-protokol kesehatan yang telah berlaku hingga sampai saat ini, sebagai kebiasaan baru.

"Jadi pada seluruh kehidupan kita, apakah di mal, pasar, kebun binatang harus diterapkan protokol itu tanpa terkecuali, pasti penularanya akan menurun. Tetapi, jika itu diabaikan, saya kira hancurlah semuanya," pungkasnya

3 dari 3 halaman

Kemendag Keluarkan SE Untuk Mal dan Pasar

Diketahui, Pemerintah merilis pedoman new normal bagi para pebisnis ritel, jasa dan perdagangan. Pedoman tersebut tertuang dalam Surat Edaran Menteri Perdagangan Nomor 12 Tahun 2020 tentang Pemulihan Aktivitas Perdagangan yang Dilakukan pada Masa Pandemi Covid-19 dan New Normal.

Dalam SE No. 12/2020 yang ditetapkan pada 28 Mei 2020, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto menyatakan surat edaran ini bertujuan mengatur penyelenggaraan kegiatan perdagangan dalam rangka menjaga ketersediaan dan kelancaran barang dan jasa kebutuhan masyarakat selama masa darurat bencana corona (Covid-19).

SE No. 12/2020 menjangkau tempat transaksi perdagangan untuk bahan pokok dan barang penting, kebutuhan pangan, bahan bakar minyak, gas dan energi, fasilitas kesehatan atau fasilitas lain dalam rangka pemenuhan pelayanan kesehatan serta fasilitas pelayanan pariwisata.

Ruang lingkup yakni:
1. Pasar rakyat;
2. Toko swalayan (minimarket, supermarket, hypermarket, department store);
3. Restoran/rumah makan/warung makan, kafe;
4. Toko obat/farmasi dan alat kesehatan;
5. Mal atau pusat perbelanjaan;
6. Restoran di rest area;
7. Salon/spa, tempat hiburan/pariwisata;
8. Tempat hiburan tertentu seperti kebun binatang, museum, galeri seni.

Sedangkan untuk poin-point aturan yang berlaku sebagai pedoman saat new normal yaitu:

1. Memastikan Seluruh petugas dan pengelola telah terbebas berdasarkan hasil tes PCR/Rapid test yang dilakukan oleh pemilik toko maupun Dinas Kesehatan Setempat, berlaku di pasar rakyat, karyawan mal, pramusaji di restoran, dan farmasi.

2. Restoran rest area menerapkan pengaturan sirkulasi dan batasan waktu kunjungan serta jumlah pengunjung maksimal 40% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal.

3. Pedagang di pasar rakyat diatur secara bergiliran dengan jarak antar pedagang minimal 1,5 meter

4. Restoran/rumah makan/warung makan/cafe, dan toko swalayan (minimarket, supermarket, hypermarket, department store) menerapkan pengaturan sirkulasi dan batasan waktu kunjungan serta jumlah pengunjung maksimal 40% dari kondisi normal.

5. Mal atau pusat belanja menerapkan pengaturan sirkulasi dan batasan waktu kunjungan serta jumlah pengunjung maksimal 35% dari jumlah kunjungan saat kondisi normal.

6. Salon/spa, tempat hiburan/pariwisata pada saat beroperasi wajib menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

7. Tempat hiburan tertentu seperti kebun binatang, museum, galeri seni saat beroperasi wajib menerapkan jumlah pengunjung maksimal 50% dari kapasitas pada kondisi normal dan menerapkan penjualan tiket online.

Selebihnya, SE ini hanya mengatur ketentuan untuk ketersediaan fasilitas cuci tangan, hand sanitizer, pemakaian face shield, dan jaga jarak. (mdk/fik)

Baca juga:
Melihat Persiapan Mal yang Akan Buka 5 Juni Mendatang
Diizinkan Buka, Mal Diminta Buat Sertifikasi Jaminan Bebas Covid-19
Penerapan Protokol Kesehatan New Normal di Pusat Perbelanjaan
Pemkot Bekasi Mulai Bangun Ekonomi, Izinkan Buka Tempat Usaha Cegah PHK Lanjutan
Di Masa New Normal, Salon Kecantikan dan Spa Diizinkan Beroperasi
Ribuan Karyawan Dirumahkan dan PHK, Puluhan Mal di Kota Bandung Ingin Beroperasi

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5