Hot Issue

Arogansi Anggota Klub Moge Aniaya Prajurit TNI Berujung Jeruji Besi

Arogansi Anggota Klub Moge Aniaya Prajurit TNI Berujung Jeruji Besi
PERISTIWA | 1 November 2020 08:19 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Dua prajurit TNI dianiaya sejumlah anggota klub sepeda motor gede alias moge di kawasan Bukittinggi, Sumatera Barat. Peristiwa itu terjadi Jumat (30/10) sekitar pukul 16.30 WIB.

Aksi arogansi itu dilakukan anggota klub moge Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (SBC). Sementara kedua korban merupakan anggota Kodim 0304 Agam, Serda M Yusuf dan Serda Mistari.

Danpuspomad, Letjen TNI Dodik Wijanarko menjelaskan, insiden itu berawal ketika kedua korban sedang berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Beat bernomor polisi BA 2556 LG. Keduanya melewati Jalan Hamka, Kecamatan Guguk Panjang, Kota Bukittinggi. Di saat bersamaan melintas rombongan moge Harley Owners Group (HOG) Siliwangi Bandung Siliwangi Bandung Chapter (SBC).

Kemudian, bersamaan waktu dengan arah yang searah jalan, menyusul rombongan pengendara Moge HOG yang terlepas dari rombongan inti. Sehingga, rombongan itu agak terburu-buru untuk mengejar ketertinggalan dari rombongan.

"Pada saat rombongan moge mendahului Serda M Yusuf yang berboncengan sepeda motor dengan Serda Mistari memberi kesan kurang sopan karena moge tersebut bermain gas di luar batas wajar. Sehingga ke 2 orang prajurit TNI AD yang sedang berboncengan menepi sampai dengan keluar jalan atau berada di bahu jalan," kata Dodik lewat keterangan yang diterima merdeka.com, Sabtu (31/10).

Selanjutnya, melihat perilaku pengendara moge yang tidak wajar tadi, maka ke dua orang anggota TNI tersebut mengejarnya dan memberhentikan dengan cara memotong salah satu peserta rombongan moge. Tepatnya di samping Tarok Kota Bukit Tinggi. Dengan pemberhentian rombongan moge tersebut oleh Serda M Yusuf dengan Serda Mistari, maka terjadi cekcok mulut yang berlanjut dengan terjadinya kesalahpahaman. Hingga, dua orang TNI tersebut dianiaya.

Dodik melanjutkan, akibat kejadian kesalahpahaman yang berujung pada tindakan penganiayaan oleh pelaku rombongan Moge HOG, dua anggota TNI AD tersebut melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku. "Korban Serda M Yusuf dan Serda Mistari melaporkan kejadian tindak pidana tersebut ke Polres Bukit Tinggi Polda Sumatera. Berikut dengan laporan polisi nomor LP/235/K/X/2020/RES Bukit Tinggi atau pelapor Serda Mistari pekerjaan TNI berdinas di Kodim 0304/AGAM," ucapnya.

Dodik mengungkapkan, Polres Bukit Tinggi sedang memintai keterangan terhadap saksi dan korban, maupun yang diduga tersangka dan mengamankan barang bukti lainnya di TKP. Anggota TNI tersebut juga membuat permohonan VER atau visum. Dia menyebut, terhadap kejadian itu, Komandan Kodim 0304/AGAM dan Kapolres Bukit Tinggi telah melakukan tugasnya sesuai dengan tugasnya masing-masing untuk menuntaskan kejadian tersebut.

Baca Selanjutnya: Polisi Tetapkan 2 Anggota Klub...

Halaman

(mdk/gil)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami