Artis Faye Nicole Diperiksa KPK Terkait Kasus Wawan

PERISTIWA | 24 Januari 2020 18:07 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa artis Faye Nicole Jones, Jumat (24/2). Faye diperiksa dalam kapasitas sebagai saksi terkait kasus dugaan suap izin fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan, Faye diperiksa untuk melengkapi berkas tersangka Tubagus Chaeri Wardhana alias Wawan.

"Sebagai saksi untuk kasus TCW. Kasus suap (di Lapas) Sukamiskin," ujar Ali saat dikonfirmasi.

Nama Faye Nicole sendiri tak ada dalam jadwal pemeriksaan yang diterbitkan pihak KPK. Berdasarkan pantauan, Faye keluar dari Gedung KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Faye ditemani seorang wanita.

Faye tak banyak bicara saat dikonfirmasi awak media terkait pemeriksaannya hari ini. Ia hanya melemparkan senyum kepada awak media yang mengejarnya.

Baca juga:
Ekspresi Wawan Jalani Sidang Lanjutan Pencucian Uang
KPK Periksa Artis Faye Nicole Terkait Kasus Pelesiran Wawan Keluar Lapas Sukamiskin
Jadwal Padat, Sidang Lanjutan Tubagus Chaeri Wardana Ditunda
Nota Keberatan Ditolak, Wawan akan Lakukan Pembuktian Terbalik di Sidang
Hakim Tolak Nota Keberatan Tubagus Chaeri Wardhana

1 dari 1 halaman

Sebelumnya, Faye Nicole mangkir dari pemeriksaan penyidik KPK pada Rabu, 18 Desember 2019, lalu. KPK tidak menerima informasi alasan ketidakhadiran Faye Nicole pada saat itu.

Dalam persidangan perkara suap pemberian izin di Lapas Sukamiskin terungkap bahwa Wawan pernah menyuap mantan Kalapas Sukamiskin, Wahid Husen untuk mengencani seorang artis di sebuah hotel di daerah Bandung.

Nama Faye Nicole Jones santer terdengar sebagai artis yang dikencani oleh Wawan di sebuah hotel daerah Bandung. KPK mengaku telah mengantongi rekaman Closed Circuit Television (CCTV) terkait plesiran narapidana Wawan dari Lapas Sukamiskin Bandung.

KPK sendiri telah menetapkan lima tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap jual-beli fasilitas di Lapas Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat. Pengembangan perkara dilakukan setelah KPK menemukan adanya keterlibatan pihak-pihak lain.

Kelima tersangka itu yakni, Wahid Husen dan Deddy Handoko yang merupakan mantan Kalapas Sukamiskin, terpidana Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Direktur Utama PT Glori Karsa Abadi Rahadian Azhar, dan Almarhum Fuad Amin.

KPK menghentikan proses penyidikan terhadap Almarhum Fuad Amin karena telah meninggal dunia.

Reporter: Fachrur Rozie
Sumber: Liputan6.com

(mdk/fik)

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.