Arus Pemudik di Jateng Melonjak, Ganjar Kerahkan Tenaga Kesehatan

Arus Pemudik di Jateng Melonjak, Ganjar Kerahkan Tenaga Kesehatan
PERISTIWA | 26 Maret 2020 19:33 Reporter : Danny Adriadhi Utama

Merdeka.com - Melonjaknya para pemudik ke Provinsi Jawa Tengah membuat masyarakat khawatir akan meningkatnya penyebaran kasus Covid-19. Pasalnya sebagian sebagian besar perantau berasal dari daerah pandemi, yakni DKI Jakarta dan sekitarnya.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Wonogiri. Dalam sepekan ini belasan ribu perantau sudah tiba melalui Terminal Induk Giri Adipura. Mereka merupakan perantau yang sudah tidak memiliki pekerjaan, imbas merebaknya virus corona. Mereka terpaksa pulang ke kampung halaman, karena sulit bertahan hidup di Jakarta.

Hesti Winarni (43) pemudik asal Baturetno, mengaku terpaksa pulang ke Wonogiri karena usaha warung bakso di Ibu Kota sepi. Dia dan suaminya memutuskan pulang untuk membantu orang tua kerja di sawah.

"Ini kebetulan anak-anak saya libur sekolah, jadi sekalian pulang saja. Di Wonogiri juga lebih aman dibandingkan Jakarta," katanya.

Ditemui usai melayat ibunda Presiden Joko Widodo di Solo, Kamis (26/3), Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku sudah mengantisipasi hal tersebut. Salah satunya dengan mengerahkan tenaga kesehatan.

"Hari ini banyak orang yang sudah pulang kampung. Sekarang kita mencatat satu persatu, kita kerahkan tenaga kesehatan, kades, bupati/wali kota semua bergerak, Dishub, terminal-terminal dikontrol. Ini merupakan bagian usaha kita untuk itu," kata Ganjar.

Ganjar juga meminta masyarakat untuk tetap tinggal di rumah atau menjaga jarak dengan orang lain, serta menjauhi kerumunan. Pihaknya juga akan mengerahkan mahasiswa untuk promotif dan preventif seiring dengan program Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan khususnya Dirjen Pendidikan Tinggi.

"Kalau itu dilakukan disiplin cukup banget, selama ini kan disiplinnya kurang, bahkan tindakannya harus meningkat. Maka di Jawa Tengah TNI Polri turun," katanya lagi.

Untuk mencegah penularan Covid-19, Ganjar menyarankan agar warga perantauan tidak pulang ke Jawa Tengah, saat libur Lebaran nanti. Imbauan tersebut juga disampaikannya melalui akun Instagram.

"Kalau saya boleh meminta melalui media ini, sebaiknya yang di Jakarta tetap di Jakarta. Tidak usah mudik, tidak usah pulang, sehingga kita sama-sama bisa saling menghormati sama-sama bisa menjaga kesehatan masing-masing," pungkas dia. (mdk/cob)

Baca juga:
Pendopo Lama Gubernur Banten Disiapkan Jadi Tempat Karantina Tenaga Medis
Aksi Tanggap Bea Cukai Bersama Instansi Pemerintah Cegah Penyebaran Covid-19
RSUD Pasar Minggu Adakan Pemeriksaan Mandiri Covid-19
Cegah Penyebaran Corona, Penyemprotan Disinfektan di Depok Pakai Mobil Water Cannon
Kasus Covid-19 di Jateng Terus Meningkat, Ganjar Belum Tahu Jadwal Rapid Test

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami