Arya Bima Minta Polisi Tak Represif Terhadap Gerakan Mahasiswa

PERISTIWA | 27 September 2019 15:28 Reporter : Hari Ariyanti

Merdeka.com - Anggota Fraksi PDIP DPR RI, Arya Bima meminta aparat keamanan tak berlaku represif terhadap berbagai gerakan mahasiswa. Diketahui dalam beberapa hari terakhir, mahasiswa dan elemen masyarakat berdemonstrasi di berbagai daerah dengan sejumlah tuntutan, di antaranya pembatalan RUU KUHP. Sebab dua mahasiswa Universitas Halualeo yang berdemonstrasi meninggal diduga karena ditembak.

Dia mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi mahasiswa yang menyampaikan aspirasinya melalui demonstrasi. Namun demikian juga mengimbau agar mahasiswa yang berunjuk rasa tidak melakukan tindakan anarkis.

"Mahasiswa ini yang sekarang demo harus diapresiasi. Saya juga tidak pernah menginginkan polisi terlalu represif terhadap gerakan mahasiswa," jelasnya di Gedung DPR/MPR RI, Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (27/9).

Arya mengimbau, sebagai kalangan muda terdidik, mahasiswa tak perlu bertindak anarkis. Demonstrasi telah dijamin dan diatur dalam UU.

"Dan penting bagaimana semua saling menjaga situasi yang lebih kondusif dari berbagai elemen bangsa," ujarnya.

Dia juga mengatakan gerakan mahasiswa saat ini rentan ditunggangi kepentingan tertentu. Karena itulah suara mahasiswa harus dijaga kemurniannya.

"Ekspresi mahasiswa saya kira perlu dijaga kemurniannya dalam situasi sekarang sangat rentan ditunggangi berbagai kepentingan. Maka untuk menjaga kemurnian ini seideal apapun, seindah apapun, sehebat apapun cita-cita mahasiswa kalau dilaksanakan dengan cara yang anarkis itu tidak menarik dan tidak akan membuat suasana lebih baik. Maka, menurut saya, tindakan-tindakan anarki, tindakan-tindakan yang berbuah pada perusakan menciderai keistimewaan mahasiswa sebagai kalangan terdidik untuk menyampaikan ekspresi," jelasnya.

Anarkisme menurutnya harus ditindak. Sementara ekspresi idealisme mahasiswa harus tetap dijaga.

"Maka dalam situasi sekarang sangat rentan penumpang-penumpang yang ingin memanfaatkan kegiatan-kegiatan mahasiswa yang secara murni menggelorakan semangat-semangat idealisme. Jangan sampai itu ditunggangi oleh kelompok-kelompok kepentingan yang menurut saya kelompok kepentingan yang ingin menunggangi pasti ada terutama yang tidak suka terhadap pemerintah atau Presiden Jokowi yang menang terhadap Pemilu 2019 kemarin," tutupnya. (mdk/fik)

Baca juga:
Dua Mahasiswa Tewas Saat Demo, Wakapolri Terbang ke Kendari
Polisi Kirim Tim Usut Sebab Kematian Dua Mahasiswa Kendari
VIDEO: Jokowi Perintahkan Kapolri Investigasi Pelaku Penembakan Dua Mahasiswa Kendari
2 Mahasiswa Tewas Saat Demo, Menristekdikti Panggil Rektor Universitas Halu Oleo
Saat Jokowi Balik Badan Ditanya Penangkapan Dandhy dan Ananda Badudu
Demo Mahasiswa di Kendari, Polisi Cek Proyektil Ditemukan di Rumah Warga
2 Mahasiswa Kendari Tewas, Presiden Jokowi Perintahkan Polri Investigasi

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.