Asap Mengepul di DPR Bukan Kebakaran, Tapi Sistem Aerosol Rusak

Asap Mengepul di DPR Bukan Kebakaran, Tapi Sistem Aerosol Rusak
PERISTIWA | 24 Februari 2020 13:53 Reporter : Muhammad Genantan Saputra

Merdeka.com - Sekjen DPR RI Indra Iskandar meluruskan kabar kebakaran yang terjadi di lantai dua gedung Nusantara III, DPR/MPR, Jakarta. Indra menyebut, bahwa ada sistem peringatan kebakaran atau Aerosol yang berbunyi.

"Jadi di lantai 2 di koridor kita sudah memasang hampir semua ruangan yang ada dikelola oleh di DPR ini dengan sistem pemadam kebakaran menggunakan Aerosol asap," kata Indra saat jumpa pers, di Gedung DPR, Selasa (24/1).

1 dari 2 halaman

Menurutnya, sistem tersebut memang didesain sensitif. Karena itu, untuk memastikan segala sesuatu yang ada benar-benar tertangani dengan baik.

"Aerosol itu berfungsi tanpa sebab jelas. Sekarang ini teman Damkar sedang meneliti dan evaluasi apa saja penyebab Aerosol sistemnya terbuka," ucap Indra.

Dirinya telah meninjau titik yang dimaksud dan melihat bahwa Aerosol itu sistem hang atau error. Sehingga sistem itu di beberapa titik mengeluarkan asap semacam fogging yang biasanya digunakan pada saat kebakaran ada api dan panas. Kemudian, asap berkumpul di tangga dan terkesan kebakaran.

"Sekarang posisinya sudah sangat clear dan bersih. Tidak ada kerusakan apapun. Tidak ada korban apapun, tidak ada kerusakan titik apapun," jelas Iskandar.

"Tapi sebagai sebuah prosedur teman-teman Damkar kebakaran tetap melihat meneliti titik yang hang tadi untuk memastikan sistem ini mengapa ini sampai terpicu sehingga mengeluarkan asap," tambahnya.

2 dari 2 halaman

Penegasan sama diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Nana Sudjana. Dia mengatakan, yang terjadi adalah errornya Aerosol. Sehingga menyebabkan sentra pengumpulan asap yang sangat banyak sekali.

"Yang ada bahwa error sistem. Jadi ada sistem pemadaman kebarakan di DPR di ruang lantai 2 itu ada sekitar 10 aerosol. Ada kemungkinan ini error sehingga menimbulkan semacam pemicu. Karena sensitif. Tidak ada api," ucapnya.

Pihaknya juga sudah olah TKP untuk memastikan penyebab error sistem tersebut. "Yang ada hanyalah asap. Tidak ada api. Saya pastikan. Tidak ada kebakaran. Memang ada asap tebal," pungkasnya. (mdk/rnd)

Baca juga:
Kepulan Asap Putih Selimuti Gedung Nusantara III DPR
Istana: RUU Ketahanan Keluarga Terlalu Menyentuh Ranah Pribadi
NasDem Soal RUU Ketahanan Keluarga: Persoalan Privat Tidak Perlu Diatur Negara
Fraksi Gerindra akan Panggil Kader Pengusul RUU Ketahanan Keluarga
DPR Minta KPK Jelaskan ke Publik Penghentian 36 Kasus Tidak Bersifat Final
Komisi III DPR: Penghentian 36 Perkara oleh KPK Melahirkan Tanda Tanya Besar

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami