Asrama Papua di Tomohon Terbakar, Ini Penjelasan Polisi

PERISTIWA » MAKASSAR | 20 Oktober 2019 19:27 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Asrama Papua, di Kelurahan Talete Dua, Kecamatan Tomohon, Sulawesi Utara (Sulut) terbakar, Minggu (20/10), api diduga berasal dari salah satu kamar mahasiswa.

"Api berasal dari kamar mahasiswa yang berada di lantai dua," sebut Habel Tumurang, bapak asrama putra Kamasan Delapan, di Tomohon.

Kebakaran diperkirakan terjadi kira-kira pukul 10.00-10.30 WITA. "Saat itu, saya ditelepon polisi yang menyebutkan ada kebakaran di asrama putri. Saya kebetulan berada di asrama putri, lalu saya menjawab mungkin di asrama putra yang terbakar. Saya langsung bergegas," ujarnya.

Saat ini, jumlah mahasiswa Papua yang tinggal ada sebanyak 15 orang, dan saat kejadian ada sebanyak enam orang tinggal, lainnya sementara ke gereja. "Awalnya ada sebanyak 40-50 orang, tapi banyak yang sudah pulang," ujarnya.

Christian Imbir, mahasiswa teologi Universitas Kristen Indonesia Tomohon asal Raja Ampat menyebutkan, api berasal dari lantai atas. "Tiba-tiba terbakar. Pada saat kejadian saya berada di lantai bawah," ujarnya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Kota Tomohon Siske Wongkar mengatakan pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran asrama putra Papua di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Wongkar mengatakan bahwa pihaknya menerima informasi kebakaran asrama putra Papua yang berlokasi tidak jauh dari kampus Universitas Kristen Indonesia Tomohon pada pukul 10.44 WITA .

Hanya dalam beberapa menit, petugas pemadam kebakaran langsung menuju ke lokasi kebakaran. Bangunan lantai dua yang terbakar, kata dia, tidak hanya luas, tetapi juga memanjang ke belakang yang berbatasan dengan perkebunan.

Kira-kira pukul 12.30 WITA, kobaran api berhasil dipadamkan, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan. "Ada puluhan personel pemadam kebakaran yang diterjunkan untuk memadamkan api. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut," katanya.

Pada saat kebakaran, kata dia, hanya enam mahasiswa yang tinggal karena sebagian besar ke gereja.

"Di asrama ini menetap mahasiswa yang berasal dari Kabupaten Biak, Raja Ampat, Wamena, hingga Yahukimo," kata Kepala Asrama Habel Tumurang.

Sementara itu, Kapolres Tomohon, Sulawesi Utara, AKBP Raswin Bahtiar Sirait mengatakan, pihaknya akan meminta bantuan laboratorium forensik Makassar ikut menyelidiki kebakaran asrama putra Papua.

"Kita meminta bantuan mereka (labfor Makassar) memeriksa apa yang menjadi sumber kebakaran asrama ini," kata Sirait di Tomohon.

Sejauh ini, jajarannya sementara mengumpulkan informasi berkaitan dengan terbakarnya asrama yang didiami mahasiswa Papua dari berbagai kabupaten seperti Biak, Wamena, Raja Ampat dan Yahukimo tersebut.

"Kami sementara memeriksa saksi-saksi," ujarnya.

Saat ini, lanjut dia, baru satu saksi yang diperiksa dan akan ditambah lagi dengan lima saksi lainnya. Jajaran kepolisian disaksikan Dandim Minahasa Komandan Kodim 1302/Minahasa Letkol Inf Slamet Raharjo, Danramil 1302-06/Tomohon Kapten Infanteri Sulistyo, Kaban Kesban Ronny Lumowa serta jajaran lainnya ikut melihat langsung terbakarnya lantai dua asrama tersebut.

Tim yang berasal dari 'Indonesia Automatic Finger Print Identification System' (INAFIS) diterjunkan untuk mengidentifikasi kebakaran.

Asrama putra Papua yang berada tak jauh dari Universitas Kristen Indonesia Tomohon (UKIT) sekitar pukul 10.30 terbakar, belum diketahui penyebab kebakaran yang diduga berasal dari lantai dua gedung tersebut.

Baca juga:
Gudang Mebel PT Centrum Furniture Sukoharjo Terbakar
Kebakaran di Palembang Menghanguskan Rumah Orang Tua Kapolri
Pemadaman Kebakaran di Gunung Arjuno dan Welirang Terkendala Cuaca
Kawasan Padat Penduduk di Pesanggrahan Jaksel Terbakar
Penyebab SPBU di Bukit Ambacang Sumbar Terbakar Diduga Kebocoran Tangki
Kebakaran di Ruang Teknisi Gedung Pelni, Diduga Akibat Korsleting Listrik

(mdk/ded)

TOPIK TERKAIT