Atasi Kelangkaan Masker, Markas DPD PDIP Jatim Disulap Jadi Pabrik Konveksi

Atasi Kelangkaan Masker, Markas DPD PDIP Jatim Disulap Jadi Pabrik Konveksi
PERISTIWA | 1 April 2020 01:33 Reporter : Erwin Yohanes

Merdeka.com - Langkanya masker akibat wabah Virus Corona atau Covid-19 membuat DPD PDI Perjuangan Jawa Timur menyulap markasnya menjadi tempat konveksi dadakan. Tidak hanya membuat masker, mereka juga memproduksi pembuatan gentong air.

Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim, Kusnadi mengatakan, pihaknya bergerak menghimpun penjahit rumahan untuk memproduksi masker. Tidak itu saja, PDI Perjuangan Jatim juga mengorganisir sejumlah tukang las untuk membuat sarana cuci tangan dari gentong air (padasan).

Markasnya di Jalan Kendangsari Industri Surabaya pun disulap menjadi 'pabrik' masker dan wastafel portable. Sebagian pelataran Sekretariat DPD PDIP Jatim digunakan sebagai bengkel las. Sementara aula tempat rapat besar beralih fungsi menjadi industri konveksi masker.

"Kami berpikir membuat masker sendiri. Membeli kain dan menghadirkan penjahit-penjahit sekitar (rumahan). Satu sisi membantu ekonomi penjahit yang usahanya sepi karena wabah ini, di sisi lain masker yang langka bisa teratasi," jelas Kusnadi, Selasa (31/3).

Ia menyatakan, masker dan wastafel portable ini akan dibagikan ke masyarakat secara gratis. Pembagian dilakukan melalui 38 DPC PDI Perjuangan kabupaten/kota se-Jatim dan lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berjejaring.

"Untuk distribusinya tidak harus menunggu target 1 juta terpenuhi. Begitu sudah ada yang jadi sekian ribu, misalnya, maka akan segera kami distribusikan. Untuk hari ini misalnya, kita dapat 5.000 lembar masker," ujarnya.

Untuk pendanaan, Kusnadi mengungkapkan, PDIP Jatim mengusahakannya secara bergotong-royong. Patungan dari para pengurus DPD PDIP pun menjadi modal untuk pengkaryaan ini.

"Jadi, ini murni patungan dari teman-teman pengurus DPD PDI Perjuangan Jatim dan Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jatim. Tidak sampai melibatkan patungan dari kepala daerah dan DPRD kabupaten dan kota, toh mereka juga menghadapi persoalan yang sama (Covid-19) di daerah masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDIP Jatim, SW Nugroho menambahkan, untuk pembuatan masker pihaknya melibatkan sekitar 50-an penjahit.

"Untuk masker, kami targetkan antara 1 sampai 2 juta masker. Untuk gentong tempat air sekitar seribuan. Pekerjaan ini sudah berjalan empat hari," tegasnya.

Untuk menjaga kebersihan masker yang diproduksi, DPD PDIP Jatim melibatkan tenaga medis dalam pengawasannya. Termasuk menerapkan protokol cegah virus Corona di area kantor DPD PDIP Jatim dengan memasang bilik semprot disinfektan sebelum memasuki pintu utama gedung.

Masker yang jadi, sebelum dikemas dalam plastik, juga disemprot disinfektan. Demikian halnya untuk tempat penjahitan, selepas penjahit pulang kerja, dilakukan penyemprotan disinfektan dan dikunci untuk kemudian dipergunakan kembali esok harinya. (mdk/fik)

Baca juga:
Pilkada 2020 Ditunda karena Covid-19, PDIP Tak Pandang Kerugian
Anggota DPR Imam Suroso Meninggal Dunia di RSUP Dr Kariadi Semarang
Diduga Terpapar Corona, Politisi PDIP Meninggal Dunia di RSHS Bandung
Fraksi PDIP Minta Paripurna Pemilihan Wagub DKI Ditunda Usai Pandemi Corona Selesai
Harun Masiku Makin Tenggelam di Tengah Pandemi Corona
PDIP Usul Pemilihan Wagub DKI Diundur 5 April

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami