Atlet Catur Dihukum 8 Bulan Penjara Usai Tendang Alat Kelamin Pacar

Atlet Catur Dihukum 8 Bulan Penjara Usai Tendang Alat Kelamin Pacar
ilustrasi sidang tipikor. ©2013 Merdeka.com
NEWS | 27 Oktober 2021 22:17 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Pengadilan Negeri Medan menjatuhkan hukuman 8 bulan penjara terhadap atlet catur profesional bernama Giovanni Chrestella (25). Perempuan itu dihukum lantaran menendang alat vital dan wajah pacarnya yakni Felix Julius hingga memar.

Ketua majelis hakim, Tengku Oyong, menilai terdakwa terbukti bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap pacarnya sebagaimana dalam Pasal 351 Ayat 1 KHUPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Giovanni Chrestella tersebut di atas dengan pidana penjara selama 8 bulan," kata Oyong di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (27/10).

Dalam dakwan jaksa penuntut umum, Vernando Agus Hakim, kasus ini berawal pada 22 April 2021. Saat itu Felix yang merupakan korban sedang berada di dalam kamar indekos di Jalan Sampul, Kelurahan Sei Putih Barat, Kecamatan Medan Petisah, Kota Medan, bersama terdakwa.

Kemudian, ponsel milik terdakwa yang dipegang oleh Felix tiba-tiba terjatuh dan membuat Chrestella marah kepada pacarnya itu.

"Tiba-tiba terdakwa langsung menendang selangkangan dan mengenai alat vital pacarnya sehingga korban terjatuh. Selanjutnya, terdakwa menendang wajah pacarnya hingga gigi korban rompal. Tendangan itu juga membuat mata korban mengalami memar," ujar jaksa. (mdk/ded)

Baca juga:
VIDEO: Kondisi Siswa yang Dikeroyok 3 Siswi SMP di Wakatobi, Polisi Turun Tangan
Dikira Penjambret, IK Tewas Usai Dikeroyok Satpam Rumah Sakit
Terungkap Sosok Wanita Tenangkan Kapolres Nunukan saat Gelap Mata Hajar Anggota
Usai Dianiaya Brigadir SL Minta Maaf ke Kapolres Nunukan, Netizen Heran Setengah Mati
Guru Penganiaya Siswa SMP di Alor NTT Hingga Tewas Dipecat Oleh Disdik
Mahasiswa UNS Meninggal Saat Diklat SAR Menwa, Polisi Temukan Bekas Pukulan di Kepala

TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami