Ayah Bejat di Sumba Timur Perkosa Anak Kandungnya saat Sedang Tidur

Ayah Bejat di Sumba Timur Perkosa Anak Kandungnya saat Sedang Tidur
Ilustrasi borgol. ©2015 merdeka.com/arie basuki
NEWS | 22 Oktober 2021 23:02 Reporter : Ananias Petrus

Merdeka.com - YPM (45), warga Kecamatan Lewa Tidahu, Kabupaten Sumba Timur, NTT tega memperkosa anak kandungnya sendiri, EPL (17). Pemerkosaan dilakukan berulang sampai dua kali di rumah mereka. Korban baru berani melaporkan kasus ini ke polisi baru-baru ini.

"Kejadian tersebut dialami oleh korban sebanyak dua kali," jelas Kapolres Sumba Timur, AKBP Handrio Wicaksono, Jumat (22/10).

Kejadian pertama dialami korban pada Sabtu (8/5) sekira pukul 02.00 wita. Saat itu, anak gadisnya sedang tidur, kemudian pelaku masuk kamar dan mencabuli dengan meraba tubuh korban.

Anak gadis malang itu terbangun dan ayahnya langsung mencekik serta mengancam membunuh, apabila korban berteriak.

Sementara kejadian kedua terjadi pada Jumat (8/10), sekira pukul 02.00 Wita juga di rumah mereka.

Pada saat sedang tidur, korban kaget dan terbangun karena pelaku masuk ke kamarnya. Korban ditampar oleh pelaku, serta diancam menggunakan sebilah benda tajam. Pelaku kemudian membuka pakaian dengan paksaan dan menyetubuhi korban.

Sesuai laporan Polisi nomor LP/B/54/RES 1.24/2021/SPKT/Polsek Lewa/Polda NTT tanggal 18 Oktober 2021, Kapolsek Lewa meminta Kanit Reskrim serta anggota untuk melakukan VER terhadap korban.

"Polisi langsung mengamankan pelaku di rumahnya," tambah Handrio Wicaksono.

Menurutnya, setelah melakukan VER terhadap korban di Puskesmas Lewa, anggota di bawah pimpinan Kanit Reskrim bergerak ke rumah untuk menangkap pelaku.

"Pada saat diamankan pelaku tidak melakukan perlawanan dan mengakui perbuatannya, walaupun awalnya sempat tidak mengakuinya," tambah Handrio Wicaksono.

Saat ini pelaku berada dalam Rutan Polsek Lewa guna diproses lebih lanjut sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pelaku dijerat pasal 81 ayat 3 Undang-Undang Nomor 17/2016 tentang perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

"Saat Ini korban berada di Waingapu, Ibukota Kabupaten Sumba Timur dan dalam pengawasan Lembaga Perlindungan Anak (LPA)," tutup Handrio Wicaksono. (mdk/rnd)

Baca juga:
Guru di Medan Cabuli Siswanya, Begini Nasib Pelaku
Cabuli Siswanya, Guru Komputer di Medan Ditangkap Polisi
Didakwa Cabuli Keponakan, Dosen Unej Dituntut 8 Tahun Penjara
Dampingi Korban Asusila Kapolsek Parigi, P2TP2A Parimo Siapkan Psikolog
VIDEO: Perintah Khusus Kapolri di Kasus Kapolsek Parigi Diduga Tiduri Anak Tersangka
Pelaku Pencabulan Anak Dilepas, Pakar Hukum Nilai Polres Tangsel Keliru

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami