Ayah di Toba Tega Cabuli Putri Kandung Selama 4 Tahun

Ayah di Toba Tega Cabuli Putri Kandung Selama 4 Tahun
Ilustrasi borgol. ©2014 Merdeka.com/Arie Basuki
NEWS | 17 September 2021 00:15 Reporter : Uga Andriansyah

Merdeka.com - Seorang ayah berinisial HM (49) warga Kecamatan Siantar Narumonda, Kabupaten Toba, Sumatera Utara, tega mencabuli putri kandungnya YEM (17) hingga berulang kali. Aksi bejat itu dilakukan sejak 18 Juni 2017 hingga 20 Juni 2021.

HM ditangkap Satreskrim Polres Toba pada hari Senin (13/9) setelah polisi mendapatkan laporan dari istrinya pada 31 Agustus 2021.

Kasubag Humas Polres Toba Iptu B Samosir, mengatakan perbuatan tersangka terbongkar usai korban bercerita kepada ibunya. "Ibu korban kemudian membuat laporan polisi sehingga langsung kami tindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan awal," ujarnya, Kamis (16/9).

Samosir menjelaskan, awal aksi bejat tersangka dilakukan pada 18 Juni 2017. Saat itu korban melihat ayahnya mencampurkan sesuatu ke dalam minuman di rumah. Kemudian, korban meminum minuman tersebut. Setelah meminumnya, korban tiba-tiba merasa mengantuk dan langsung pergi ke kamar untuk tidur.

"Setelah bangun tidur dan hendak buang air kecil. Korban merasa aneh pedih saat buang air kecil. Kepala korban terasa pusing serta badannya juga pegal-pegal. Kejadian itu dalam kurun tahun 2017 korban tidak mengingat berapa kali ayahnya melakukan hal yang sama kepadanya," jelasnya.

Selanjutnya, kejadian serupa terulang lagi pada Maret 2021 dan 20 Juni 2021. Tersangka membuat minuman yang sama dan korban meminumnya. Korban pun langsung tertidur di kamarnya.

"Dalam keadaan setengah sadar tiba-tiba korban merasakan ada dua tangan yang berukuran besar mirip dengan tangan ayahnya meraba-raba punggungnya. Namun, korban tidak bisa membuka mata dan merasakan apa-apa lagi. Pada pagi hari sekitar pukul 07.00 WIB, korban terbangun dan mengalami pusing serta sakit saat hendak buang air kecil," ungkap Samosir.

HM terancam dipidana minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun. Tersangka juga berpotensi mendapatkan hukuman tambahan sepertiga dari ancaman pidana karena dilakukan oleh orang tua terhadap anak kandungnya. (mdk/bal)

Baca juga:
Korban Pencabulan Pengajar Ponpes di Ogan Ilir Bertambah Jadi 26 Santri
Coba Cabuli Perempuan Dewasa, Siswa SMK di Gianyar Diamankan
Istri Merantau ke Malaysia, Pria Aceh di Tamiang Cabuli Anak Tiri Berusia 10 Tahun
Kasus Dugaan Perkosaan 4 Siswi SMA Papua, Polisi Periksa 8 Saksi
Pengajar Ponpes di Ogan Ilir Cabuli 12 Santri
Dalih Les Privat, Guru di Makassar Ajak Murid ke Hotel buat Dicabuli

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami