Ayah Korban Penembakan di Cengkareng Minta Bripka CS Dihukum Sepantasnya

Ayah Korban Penembakan di Cengkareng Minta Bripka CS Dihukum Sepantasnya
Jenazah salah seorang korban penembakan di Cengkareng tiba di Medan. ©2021 Merdeka.com
PERISTIWA | 26 Februari 2021 11:52 Reporter : Yan Muhardiansyah

Merdeka.com - Jenazah Feri Saut Simanjuntak, salah seorang korban penembakan Bripka CS di sebuah kafe di Cengkareng, Jakarta Barat, tiba di rumah duka, Jalan Alumunium 1 Gang Asbes, Kecamatan Medan Timur, Medan, Jumat (26/2) sekitar 10.30 WIB. Keluarga histeris saat menyambut kedatangan jenazah.

Sebelumnya, jenazah diterbangkan menggunakan pesawat Citilink QG9884 dari Bandara Soekarno Hatta menuju Bandara Kualanamu, Deli Serdang, Sumut. Dari sana, jenazah dibawa dengan ambulans RS Bhayangkara Medan dan dikawal mobil patroli polisi ke rumah duka.

Tangis keluarga pecah saat ambulans tiba. "Amang kenapa kau cepat kali dipanggil Tuhan," jerit seorang wanita yang mengenakan ulos di depan pintu rumah.

Kerabat juga ikut histeris saat peti mati dibawa masuk ke dalam rumah. Beberapa di antaranya menangis sejadinya. Mereka langsung menggelar acara adat, karena korban rencananya dimakamkan hari ini juga.

Ayah korban, Mula Simanjuntak, berharap pelaku dihukum sepantasnya. Namun dia tidak ingin Bripka CS dihukum mati. "Ya nggak gitulah, sepantasnya saja, namanya anak saya sudah mati. Jangan mati itu dibalas dengan mati. Cemana bagusnya saja," ucapnya.

Seperti diberitakan, Bripka CS menembak 4 orang di salah satu kafe di Cengkareng, Jakarta Barat, Kamis (25/2) subuh. Tiga orang meninggal dunia dalam peristiwa itu, termasuk seorang personel TNI AD, Pratu Martinus Riaky Kardo Sinurat. Dua lainnya adalah pegawai kafe, salah satunya Feri Saut Simanjutak.

Penembakan ini terjadi usai Bripka CS mabuk-mabukan di kafe itu. Dia tidak terima saat disodori tagihan Rp 3,3 juta. (mdk/yan)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami