Azyumardi Azra: Tidak Ada Harapan Pendidikan Kita Bisa Bangkit

Azyumardi Azra: Tidak Ada Harapan Pendidikan Kita Bisa Bangkit
PERISTIWA | 1 Juli 2020 10:46 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dinilai masih memiliki rapor merah selama ia menjabat beberapa tahun ini. Hal ini disampaikan oleh mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah, prof Azyumardi Azra. Ia menegaskan, bahwa Nadiem terlalu sering di Singapura daripada di Jakarta.

"Kalau ngomong juga lebih sering campur aduk bahasa Inggris dan bahasa Indonesia. Soal kinerja di Kemdikbud sampai sekarang belum ada tanda-tanda perbaikan. Kondisi pendidikan di masa pandemi ini kita lihat Nadiem tidak mau mengurusi pendidikan secara serius," katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (1/7).

"Tidak ada stimulus bagi pendidikan sejak dari tingkat dasar sampai menengah. Padahal kita tahu pendidikan kita selama ini mengalami krisis. Dan di masa pandemi ini pada dasarnya tidak jalan," tambahnya.

Tak hanya itu, Azra menilai, tidak ada dana untuk stimulus pendidikan dari menengah sampai pendidikan tinggi. Bahkan, lanjutnya, untuk tingkat pendidikan tinggi menurutnya lebih payah lagi atau tidak ada dana afirmasi untuk pendidikan tinggi.

"Jadi tidak ada harapan pendidikan kita ini bisa bangkit. Untuk tingkat dikdas sampai menengah tidak ada bantuan itu, hanya BOS. BOS ini hanya ditambah judul-judul baru saja. Kemudian PJJ tidak terlalu berhasil. Kita susah berharap," ujar Azra.

"Banyak mahasiswa yang terpapar saat ini. Ketika mahasiswa menuntut UKT diturunkan, pemerintah menolak. Ujung-ujungnya terserah sama rektor. Sekarang asaja saya dengan di UGM itu 40 persen pendapatan UGM hilang. Bayangkan Perguruan Tinggi kita keadaannya begini mau masuk PT besar dunia. Riset penelitian dipotong, pengabdian masyarakat dipotong. Saya sedih melihat masa pendidikan kita, terutama masa pandemi ini," bebernya.

Baca Selanjutnya: Lebih lanjut dia menegaskan kalau...

Halaman

(mdk/fik)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami