Babak Belur Pengusaha Katering Bertahan di Tengah Gelombang Covid-19

Babak Belur Pengusaha Katering Bertahan di Tengah Gelombang Covid-19
PERISTIWA | 6 Agustus 2020 07:03 Reporter : Febby Curie Kurniawan

Merdeka.com - Sejumlah wirausaha ikut tergulung gelombang pandemi Covid-19. Banyak bisnis tak mampu bertahan hingga terpaksa harus gulung tikar. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terjadi di sejumlah sektor, khususnya UMKM.

Bisnis katering makanan salah satu yang terdampak. Terlebih lagi, kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal April lalu dan social distancing. Anjuran untuk tetap di rumah menjadi salah satu penyebab sepinya pelanggan dari bisnis katering
Suparni salah satunya yang turut langsung merasakan dampak pada bisnisnya. Bisnisnya mulai merasakan imbas dari Covid-19 mulai akhir Maret bahkan sebelum PSBB diterapkan.

Mawar katering yang berada di Jakarta Barat ini terpaksa harus melakukan PHK pada karyawannya. Tidak cukup PHK, omzetnya juga berkurang drastis hingga 50 persen. Banyak juga pelanggan dari wanita yang membuka bisnis sejak 1995 ini meminta pembatalan acara, salah satunya acara hajatan oleh seorang pelanggannya.

"Alhamdulillah, masih ada aja yang pesan, biar enggak sebanyak dulu," ujar Suparni (5/8)

Tidak jauh berbeda terjadi pada Aldilla Fakhri sebagai owner dari Sirih Gading Catering. Diakuinya, banyak kendala yang terasa akibat pandemi ini seperti beban operasional yang lebih besar karena harus menyediakan sarung tangan, masker, hand sanitizer untuk tetap mengikuti protokol kesehatan.

Tidak hanya itu saja, dari sisi supply bahan baku ada beberapa ­supplier kecil-menengah yang masih belum bisa beroperasi karena keterbatasan stok atau masih belum bisa dilakukan pengiriman.

Baca Selanjutnya: Dalam mengelola bisnisnya pria yang...

Halaman

(mdk/rnd)

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami