Babarsari Yogyakarta Rusuh, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Babarsari Yogyakarta Rusuh, Polisi Tetapkan Dua Tersangka
Bentrok dua kelompok di Yogyakarta. ©2022 Merdeka.com
NEWS | 7 Juli 2022 04:14 Reporter : Muhamad Agil Aliansyah

Merdeka.com - Kepolisian Daerah Istimewa Yogyakarta menetapkan dua orang berinisial AL alias L dan R sebagai tersangka kasus kekerasan di Jambusari, Condongcatur, Depok, Kabupaten Sleman yang diduga menyebabkan terjadinya kerusuhan di Babarsari, Kabupaten Sleman, Senin (4/7).

"Kami telah melakukan penyidikan dan menetapkan dua tersangka, pertama saudara AL alias L, tersangka kedua adalah saudara R," ujar Dirreskrimum Polda DIY Kombes Pol Ade Ary Syam Indradi di Mapolda DIY, Yogyakarta, Rabu (6/7).

Di lokasi kejadian, di Jambusari pada Sabtu (2/7), kata Ade, dua tersangka itu melakukan kekerasan yang mengakibatkan tiga orang luka-luka.

"Satu orang mengalami luka di tangan kanan, kedua mengalami luka di leher akibat senjata tajam, ketiga mengalami luka di pahanya akibat kena busur panah," ucap dia, dikutip Antara.

Dalam kasus itu, keduanya disangkakan melakukan kekerasan secara bersama-sama di muka umum terhadap orang dan pelanggaran Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951.

2 dari 2 halaman

Dua DPO

Meski telah ditetapkan tersangka, polisi masih melakukan pencarian dua orang itu.

"Dua tersangka ini kami lakukan pencarian dan satu di antaranya, yaitu saudara AL telah kami terbitkan surat daftar pencarian orang (DPO)," katanya.

Penetapan status DPO terhadap AL karena tersangka tidak ditemukan setelah dilakukan upaya penangkapan dan penggeledahan di alamat tinggal keluarga AL alias L, sedangkan terhadap tersangka R, polisi masih akan memastikan alamat tempat tinggalnya.

"Untuk tersangka AL kami tadi mendatangi rumah keluarganya dan tidak ada," kata dia.

Ade berharap masyarakat yang mengetahui keberadaan AL segera melapor ke kepolisian. Dia meminta tidak ada pihak yang membantu menyembunyikan tersangka.

"Sebagaimana diatur di Pasal 221 KUHP maka barang siapa yang membantu menyembunyikan orang yang melakukan tindak pidana atau membantu atau menolong orang dari proses penyidikan, maka itu dapat diancam tindak pidana," kata dia.

Sebelumnya diketahui terjadi kerusuhan antarkelompok di kawasan Babarsari pada Senin (4/7). Akibatnya sejumlah ruko dan sepeda motor mengalami kerusakan.

Polda DIY menduga kerusuhan tersebut merupakan buntut dari keributan yang terjadi di sebuah tempat karaoke di Babarsari. Kekerasan di Jambusari itu disebutkan menjadi pemicu kerusuhan antarkelompok itu. (mdk/gil)

Baca juga:
Terkait Kerusuhan Babarsari, Sosiolog UGM: Pertumbuhan DIY Serupai Kota Metropolis
Sri Sultan HB X Tanggapi Masalah Kerusuhan Babarsari, Sebut Tak Perlu Lakukan Ini
Bukan Kali Pertama, Ini Sederet Kasus Bentrok di Babarsari Jogja yang Bikin Heboh
Kerusuhan Babarsari Dipicu Tagihan di Tempat Karaoke, Begini Kronologi Lengkapnya
Ricuh Dua Kelompok, Sultan HB X Desak Polda Tidak Cuma Melerai tapi juga Diproses

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini