Badan Legislasi DPR Terima Draf RUU Farmasi

Badan Legislasi DPR Terima Draf RUU Farmasi
Jumlah Pasien Covid-19 di RSDC Rusun Pasar Rumput Menurun. ©2021 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho
NEWS | 26 September 2021 01:33 Reporter : Dedi Rahmadi

Merdeka.com - Ketua Masyarakat Farmasi Indonesia (MFI) Mufti Djusnir menyampaikan draf dan naskah akademik RUU Farmasi dan praktik keapotekeran sudah diterima oleh Badan Legislasi (Baleg) DPR, 23 September 2021 lalu. Mufti berharap RUU Farmasi dan praktik keapotekeran segera disahkan menjadi undang-undang.

"Semakin cepat disahkannya RUU tersebut, maka permasalahan farmasi di Indonesia akan semakin cepat teratasi, sehingga RUU ini menjadi tonggak perjuangan bangsa Indonesia dalam mencapai kemandirian farmasi nasional secara bertahap," ujar Mufti, Sabtu (25/9).

Ketua Badan Legislasi DPR Supratman Andi Agtas menyampaikan ketahanan farmasi nasional sangat penting pada masa pandemi covid-19. "Kami mengapresiasi setiap perjuangan keprofesian, terutama dikaitkan ketahanan farmasi nasional," katanya.

Sementara itu, Apoteker Ahmad Subagiyo mengatakan, penyelenggaraan praktik keapotekeran harus dilindungi undang-undang. "Sebab, penyelenggaraan praktik keapotekeran merupakan upaya untuk menjamin aspek keamanan, khasiat/kemanfaatan dan mutu perbekalan farmasi yang beredar; ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan perbekalan farmasi," tutur Subagiyo.

"Proses RUU ini masih panjang, sehingga memerlukan kekompakan seluruh elemen farmasi dan apoteker di Indonesia. Kami berharap mari bersatu padu mendukung RUU yang secara nyata mengatur praktik keapotekeran," tambah Fidi Setiawan, apoteker.

(mdk/ded)

Baca juga:
Didorong Produk Farmasi, Penjualan Pyridam Farma Melonjak 147 Persen Jadi Rp105 M
Layani Banyak Pasien, Laba Perusahaan Bundamedik Meroket 874 Persen Jadi Rp197 Miliar
Kementan Lepas Ekspor 28 Ton Obat Hewan ke Korea Selatan
Daewoong Foundation Berikan Beasiswa kepada 55 Mahasiswa UI dan ITB
Perusahaan Asal Indonesia Ekspor Alat Suntik untuk UNICEF dan Ukraina
Perkuat Industri Farmasi RI, Pyridam Farma Akuisisi Holi Pharma
Sulitnya Berdikari di Bidang Farmasi

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami