Bagi-Bagi Kue, Ini Kronologi AKBP Dalizon Minta Jatah Proyek Rp10 M di Sumsel

Bagi-Bagi Kue, Ini Kronologi AKBP Dalizon Minta Jatah Proyek Rp10 M di Sumsel
Sebut Pihak Lain Nikmati Fee Proyek di Musi Banyuasin, Perwira Polda Sumsel Ajukan JC. ©2022 Merdeka.com/Irwanto
NEWS | 29 Juli 2022 13:08 Reporter : Irwanto

Merdeka.com - Lima saksi dihadirkan dalam sidang perkara dugaan gratifikasi proyek di Musi Banyuasin dengan terdakwa mantan petinggi Polda Sumatera Selatan, AKBP Dalizon. Saksi mengakui menyerahkan uang fee sebesar Rp10 miliar kepada terdakwa.

Lima saksi dihadirkan jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Agung di Pengadilan Tipikor PN Palembang, Kamis (28/7).

Mereka adalah Aparatur Sipil Negara di Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Musi Banyuasin, yakni Bramrizal, Ahmad Fadli, Irfan, dan Said Kurniawan.

Saksi Bramrizal yang menjabat Kepala Bidang Penerangan Jalan Umum pada Dinas PUPR mengakui dirinya menyerahkan uang tersebut atas permintaan terdakwa Dalizon. Permintaan disampaikan saat saksi dipanggil terdakwa untuk dimintai keterangan di Ditreskrimsus Polda Sumsel terkait pengaduan masyarakat mengenai kegiatan proyek di Musi Banyuasin yang diduga bermasalah.

"Saya diminta klarifikasi, waktu itu pengaduannya diproses Polda Sumsel. Saat diperiksa penyidik bernama Erlando, lalu saya disarankan menjalin komunikasi dengan terdakwa Dalizon yang saat itu menjabat Kasubdit. Saya kaget karena belum diperiksa tapi sudah diarahkan silaturahmi," ungkap Bramrizal.

Saat komunikasi itu, terdakwa meminta saksi menyampaikan pesan kepada mantan Kepala Dinas PUPR Herman Mayori untuk memberikan fee sebesar 1 persen dari nilai proyek Rp500 miliar. Ketika itu, Herman Mayori juga sempat diperiksa penyidik Ditreskrimsus Polda Sumsel.

"Masalah di proyek bisa dicari-cari, yang penting komunikasi, jangan serakah. Makanya kue itu dibagi-bagi. Kamu sampaikan ke Herman Mayori, bagi-bagilah kue itu dari nilai proyek Ro500 miliar, satu persen dibagikan ke sini hanya Rp5 miliar," kata Bram menirukan ucapan terdakwa Dalizon.

2 dari 4 halaman

Tenggat Waktu Satu Bulan

Permintaan itu diamini Herman Mayori, tetapi meminta waktu untuk menyerahkannya. "Kalau tidak dipenuhi, bisa jadi tersangka kita, kata Herman Mayori kepada saya yang mulia," terang saksi Bramrizal.

Dua hari kemudian, saksi datang ke Polda Sumsel atas perintah terdakwa melalui telepon. Di sana, saksi diperlihatkan oleh penyidik bernama tentang daftar kegiatan proyek yang sedang ditangani Polda Sumsel.

Proyek senilai Rp100 miliar, Salupen meminta Rp5 miliar untuk pengamanan proyek agar tidak ada lagi yang memeriksa karena sudah diamankan Polda Sumsel. Dengan demikian, fee tersebut disepakati sebesar Rp10 miliar dengan rincian untuk pengamanan dan separuhnya terkait perkara yang ditangani.

"Dalizon memberikan waktu kepada kami untuk menyiapkan uang itu selama satu bulan. Kemudian uang itu saya serahkan dua tahap yakni Rp6,5 miliar dalam bentuk dolar Singapura dan Amerika serta Rp3,8 miliar dalam bentuk rupiah kepada Hadi Chandra atas permintaan Dalizon. Setelah uang tersebut dipenuhi, penyidikan proyek-proyek di Musi Banyuasin langsung dihentikan," terangnya.

3 dari 4 halaman

Para Kabid Patungan

Bram menyebut uang fee itu berasal dari patungan sejumlah kepala bidang di Dinas PUPR Musi Banyuasin.

"Dari para Kabid-kabid yang mengumpulkan uang tersebut dengan cara meminjam kepada rekanan atas perintah Herman Mayori," ujarnya.

Saksi Hadi Chandra mengakui adalah orang yang menerima uang permintaan sebesar Rp10 miliar dan menyerahkannya kepada Dalizon.

"Saya dikasih tahu bang Dalizon bahwa akan ada orang bernama Bram akan menyerahkan uang Rp10 miliar dalam bentuk dolar. Dan pada saat itu pagi-pagi Bram menelpon saya, bilang sudah ada dibawa (ke rumah) membawa uang Rp10 miliar dalam bentuk rupiah dan dolar Singapura serta dolar Amerika," kata dia.

Selang beberapa hari kemudian, saksi Hadi menukar uang itu dengan mata uang rupiah dan diserahkan ke terdakwa di rumahnya.

"Sekitar jam 7 malam, saya mengantarkan uang itu dalam 8 bungkusan plastik dan kardus ke rumah bang Dalizon di Grand Garden," ujarnya.

4 dari 4 halaman

Modus AKBP Dalizon

Pada sidang dakwaan, JPU Ichwan Siregar menyebutkan, gratifikasi yang diterima terdakwa AKBP Dalizon atas paket proyek di PUPR Musi Banyuasin tahun anggaran 2019 dengan total fee Rp10 miliar.

Uang tersebut diberikan seseorang di dalam dua kardus ke rumah terdakwa di Palembang.

Modus yang digunakan terdakwa adalah dengan cara memaksa Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin Herman Mayori untuk memberikan fee sebesar 5 persen terkait penyidikan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel.

Terdakwa mengancam akam melanjutkan penyidikan jika permintaannya tidak dikabulkan.

"Terdakwa memaksa Kepala Dinas PUPR Musi Banyuasin untuk memberikan uang sebesar Rp5 miliar agar tidak melanjutkan penyidikan dan Rp5 miliar untuk pengamanan agar tidak ada aparat penegak hukum lain melakukan penyidikan atas upaya tindak pidana korupsi di dinas itu," ungkap Ichwan.

Setelah uang diberikan, terdakwa tetap memproses kasus itu dengan administrasi abal-abal. Perbuatan jahat terdakwa bertujuan untuk mendapatkan uang dari proyek di Musi Banyiasin.

Dari pemeriksaan juga, JPU menyebut aliran fee proyek diterima Anton Setiawan yang saat itu menjabat Direktur Reskrimsus Polda Sumsel. Anton diberikan uang oleh terdakwa Dalizon sebesar Rp4,750 miliar.

"Terdakwa mengaku menyetorkan uang fee kepada atasannya, yakni Anton Setiawan," kata dia.

Atas perbuatan itu, terdakwa didakwa JPU dengan pasal alternatif komulatif sebagai aparat penegak hukum yang melakukan tindak pidana gratifikasi dan pemerasan. JPU menggunakan Pasal 12e atau 12B Undang-undang Nomor 31 tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 5 ayat (2) juncto Pasal 5 ayat (1) huruf a UU Nomor 31 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tipikor. (mdk/rnd)

Baca juga:
Momen Penahanan Mardani H Maming Oleh KPK
KPK Panggil Direksi Summarecon Agung Terkait Suap Izin Apartemen di Malioboro
Kenakan Rompi Oranye, Mardani Maming Ditahan KPK
Kasus Korupsi Stadion Mandala Krida Yogyakarta, KPK Tahan Tiga Tersangka
KPK Tahan Tersangka Korupsi Pekerjaan Pembangunan Stadion Mandala Krida Yogyakarta

Baca berita pilihan dari Merdeka.com

Mari bergabung di Grup Telegram

Merdekacom News Update

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Opini