Bagikan KIS di Jambi, Puan sampaikan arahan Jokowi soal kabut asap

PERISTIWA | 31 Oktober 2015 01:56 Reporter : Iqbal Fadil

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo bersama Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Menkes Nila F. Moeloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa membagikan Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada warga Suku anak Dalam (Orang Rimba) saat melakukan kunjungan ke Desa Bukit Suban, Air Hitam, Sarolangun, Jambi, Jumat (30/10).

Kehadiran Presiden dan rombongan guna memberi bantuan dan mendengarkan keluhan Orang Rimba yang terpaksa mengungsi akibat terdampak asap kebakaran hutan.

Puan menyampaikan beberapa arahan Presiden Jokowi kepada menteri terkait dalam hal menanggulangi dampak bencana asap itu. "‎Semua Kementerian dan lembaga terkait segera melaksanakan hal-hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan dampak sosial akibat bencana asap. Menteri Kesehatan menyiapkan puskesmas, rumah sakit dan tempat singgah untuk bayi, balita, ibu hamil, dan lanjut usia dengan pelayanan dan tenaga medisnya," paparnya.

Selain itu, Menteri Sosial diminta menyiapkan rumah singgah, air purifier, jatah hidup, santunan bagi yang meninggal dikarenakan asap.

"‎Mendikbud menyiapkan sekolah-sekolah agar tetap bisa sekolah dan menyesuaikan proses belajar mengajar, bagi anak dan guru di wilayah terdampak asap," lanjut Puan.

Menko PMK menjelaskan saat bertemu dengan Suku Anak Dalam, Pemerintah memberikan bantuan hidup berupa beras, mie instant, terpal/alas tidur, sarung/kain dan membagikan Kartu Indonesia Sehat.

Puan menceritakan saat mengunjungi sekolah, di dalam kelas dipasang penyaring udara dan kipas angin. "Nantinya 170 ribu kelas di wilayah terdampak asap akan dipasang penyaring udara seperti itu," papar Puan.

Atas arahan dari Presiden Jokowi tersebut, Menko PMK mengatakan seluruh menteri dan lembaga terkait akan bekerja keras. "Seluruh menteri dan lembaga terkait akan bekerja keras untuk menangani masyarakat yang terdampak asap," ujar Puan.

Gugat perusahaan pembakar hutan, Kejagung tunggu surat kuasa

Berangsur membaik, warga Palangkaraya mulai aktivitas tanpa masker

Empat bulan, hutan & lahan yang terbakar setara 32 kali luas Jakarta

Jokowi optimis penyemaian garam berpeluang besar turunkan hujan

Tiga hari diguyur hujan, titik hotspot di Sumatera berkurang drastis

BNPB prediksi kebakaran hutan dan lahan ganggu pelaksanaan pilkada

(mdk/bal)