Bahan Kimia di Rumah Pegawai Batan Sama dengan Limbah Radioaktif di Perum Batan Indah

Bahan Kimia di Rumah Pegawai Batan Sama dengan Limbah Radioaktif di Perum Batan Indah
PERISTIWA | 26 Februari 2020 13:41 Reporter : Merdeka

Merdeka.com - Polri bersama penyidik Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) melakukan penggeledahan sebuah rumah milik pegawai Badan Tenaga Nuklir Nasional (Batan) di Blok L, Perumahan Batan Indah, Kecamatan Setu, Tangerang Selatan, Selasa 25 Februari 2020. Hasilnya, ditemukan kemasan berisikan zat radioaktif.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Asep Adi Saputra menyampaikan, kandungan zat kimia tersebut sama dengan yang ditemukan di tanah kosong dekat area perumahan tersebut.

"Bahan kimia yang ditemukan di rumah yang bersangkutan merupakan bahan kimia diduga radioaktif CS 137. Bahan ini diperiksa secara laboratoris oleh Batan dan perusahaan yang juga bagian dari Batan," kata Asep di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Rabu (26/2).

Menurut Asep, pegawai Batan itu berinisial SM. Dia masih aktif bekerja dan baru akan pensiun pada Mei 2020 mendatang.

"Indikasi temuan di TKP kesimpulannya antara dengan TKP penemuan sama dengan yang ditemukan di rumah pegawai Batan. Penyelidikan lebih lanjut sedang dilakukan. Apakah yang bersangkutan membuang ke situ, masih didalami," jelas dia.

Kini SM masih berstatus sebagai saksi dalam kasus limbah radioaktif di Tangerang itu. Penyidik masih mendalami motifnya menyimpan zat kimia tersebut.

"Kemudian apakah yang bersangkutan melanggar ketentuan hukum, jelas yang menyimpan radioaktif ini harus dapat perizinan. Kalau tidak berarti melanggar hukum. Sampai saat ini masih dalam penyelidikan, benar tidak dia membuang, dan dapat dari mana barang itu," Asep menandaskan.

1 dari 1 halaman

Kronologi Radioaktif Ditemukan di Perum Batan Indah

Sebelumnya, pada 30 dan 31 Januari 2020, BAPETEN melakukan uji fungsi dengan target area meliputi wilayah Pamulang, Perumahan Dinas Puspiptek, Daerah Muncul dan Kampus ITI, Perumahan Batan Indah, dan Stasiun KA Serpong.

Secara umum nilai paparan radiasi lingkungan pada daerah pemantauan menunjukkan nilai normal (paparan latar), namun pada saat dilakukan pemantauan di lingkungan Perumahan Batan Indah, ditemukan kenaikan nilai paparan radiasi di lingkungan area tanah kosong di samping lapangan voli blok J.

"Bapeten memang secara rutin melakukan uji fungsi unit pemantau radioaktivitas lingkungan bergerak (mobile RDMS MONA), dengan melakukan pemantauan radioaktivitas lingkungan di area Jabodetabek," kata Kepala Biro Hukum, Kerja sama dan Komunikasi Publik Bapeten, Indra Gunawan dalam keterangannya, Jumat (14/2).

Tim uji fungsi melakukan pengecekan ulang dan penyisiran di sekitar daerah tersebut dan ditemukan nilai paparan radiasi lingkungan dengan laju paparan terukur signifikan di atas nilai normal.

Bapeten telah melakukan koordinasi dengan menginformasikan hasil pengecekan ke ketua RT setempat, dan memasang garis pembatas di lokasi dengan laju paparan yang tinggi, dengan disaksikan oleh ketua RT.

Bapeten dan Batan kemudian, mengambil sampel tanah di sekitar lokasi untuk dilakukan analisa lebih lanjut di laboratorium PTKMR-Batan.

Berdasarkan hasil analisa di laboratorium dan juga hasil pengukuran laju paparan sebelumnya, maka tim gabungan Bapeten dan Batan melakukan upaya pencarian sumber yang diduga menjadi penyebab kenaikan laju paparan di atas.

Kegiatan pencarian telah dilaksanakan pada tanggal 7-8 Februari 2020 yang menemukan beberapa serpihan sumber radioaktif.

Setelah pengangkatan serpihan sumber radioaktif tersebut, dan dilakukan pemetaan ulang, ditemukan bahwa laju paparan mengalami penurunan namun masih di atas nilai normal.

"Berdasarkan hasil tersebut di atas, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi kontaminasi yang sifatnya menyebar di area tersebut, dan perlu dilakukan kegiatan dekontaminasi dengan cara pengambilan atau pengerukan tanah yang diduga telah terkontaminasi dan pemotongan pohon atau pengambilan vegetasi yang terkontaminasi," terang dia.

Tim Batan dan Bapeten telah mengambil sampel vegetasi, tanah, dan air sumur di sekitar lokasi untuk memastikan kemungkinan terjadinya kontaminasi silang atau terjadi pencemaran.

Selain itu, tim Batan telah melakukan kegiatan dekontaminasi tersebut dengan pengerukan tanah dan pemotongan pohon atau tanaman, dengan didampingi tim Bapeten. Material yang diambil, selanjutnya dikirim ke PTLR-Batan untuk diolah lebih lanjut.

Berdasarkan pengukuran laju paparan setelah pelaksanaan kegiatan dekontaminasi, diperoleh hasil bahwa laju paparan mengalami penurunan yang signifikan, namun masih tetap di atas nilai normal, sehingga proses dekontaminasi masih perlu dilanjutkan sehingga diperoleh nilai laju paparan kembali normal.

Reporter: Nanda Perdana Putra (mdk/gil)

Baca juga:
Gegana Pasang Garis Polisi di Saluran Air Perum Batan Indah
Bapeten Bantah Kecolongan Terkait Temuan Zat Radioaktif Tak Berizin di Rumah Warga
Zat Radioaktif Berasal dari Rumah Warga di Perumahan Batan Indah
Dua Warga Batan Indah Terkontaminasi Zat Radioaktif Cs 137 Tingkat Rendah
Bapeten Sebut Zat Radioaktif Tidak Berpengaruh pada Kesehatan 2 Warga Tangsel
377 Drum Isi Tanah dan Vegetasi Diamankan Batan dari Area Paparan Radiasi
Tim Gabungan Temukan Titik Baru Paparan Radioaktif di Perum Batan Indah

Banyak orang hebat di sekitar kita. Kisah mereka layak dibagikan agar jadi inspirasi bagi semua. Yuk daftarkan mereka sebagai Sosok Merdeka!

Daftarkan
TOPIK TERKAIT

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Alur BLT Dana Desa Hingga ke Tangan Warga - MERDEKA BICARA with Mendes Abdul Halim Iskandar

5