Bahas Isu Pertahanan, Prabowo Bertemu Menhan Australia

PERISTIWA | 6 Desember 2019 20:39 Reporter : Ronald

Merdeka.com - Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto, melakukan pertemuan bilateral dengan Menhan Australia the Honourable Senator, Linda Reynolds di sela forum Indonesia-Australia Defence Ministers Meeting. Pertemuan ini merupakan forum tertinggi untuk membahas kerjasama pertahanan antara kedua negara.

Forum pertemuan bilateral ini menjadi pertemuan untuk kedua kalinya antara Prabowo dan Reynolds. Beberapa pekan lalu keduanya bertemu di sela-sela forum ADMM Plus di Bangkok.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengutarakan bahwa pertemuan ini memberikan makna yang lebih strategis bagi hubungan bilateral Indonesia dan Australia, khususnya dalam bidang kerjasama pertahanan. Sebab, selama lebih dari setengah abad, kerjasama pertahanan antara Indonesia dan Australia telah terjalin dengan baik, sangat produktif serta saling menguntungkan bagi kedua negara dalam banyak hal.

"Pengembangan kerja sama pertahanan bilateral antara Indonesia dan Australia telah terjalin dengan baik melalui forum dialog, pendidikan dan pelatihan, latihan bersama serta kunjungan pejabat dari kedua negara," kata Prabowo dalam keterangannya, Jumat (6/12).

Menurut Prabowo, forum dialog telah menjadi sarana bertukar perspektif serta berbagi informasi tentang isu-isu keamanan strategis terbaru yang berkaitan dengan kedua negara. Lanjutnya, dengan informasi terkini dan perspektif masalah keamanan strategis, kedua negara telah mampu mengatasi dan mengantisipasi tantangan keamanan bersama.

Sebagai informasi, program kerjasama produktif lainnya seperti kerjasama di bidang pendidikan, pertukaran kunjungan, patroli terkoordinasi, dan latihan bersama antara Angkatan Bersenjata kedua negara juga menunjukkan pencapaian luar biasa, serta berkontribusi secara signifikan pada penguatan hubungan persahabatan antara Indonesia dan Australia di bidang pertahanan.

Melalui upaya peningkatan kerjasama pertahanan ini, tambahnya, kedua negara ingin lebih meningkatkan kerjasama dalam bidang peningkatan kemampuan pasukan pemelihara perdamaian, melalui kerjasama pertukaran instruktur pasukan pemelihara perdamaian.

Sedangkan terkait masalah keamanan maritim, dikatakan oleh Prabowo, bahwa ada sejumlah kegiatan ilegal yang sering terjadi di wilayah maritim yang membutuhkan perhatian bersama kedua negara. Di antaranya pembajakan, perompakan, perdagangan manusia, penyelundupan narkoba, dan penangkapan ikan secara ilegal. "Untuk mengatasi tantangan tersebut, tidak ada pilihan lain selain saling bekerja sama," tegasnya.

Sementara itu, Reynolds mengatakan, bahwa Indonesia merupakan mitra yang sangat penting bagi Australia. Australia ingin hubungan baik antara kedua negara yang telah terjalin erat diharapkan terus ditingkatkan berdasarkan kepentingan bersama kedua negara yang lebih luas.

"Australia menghargai hubungan erat Australia dengan Indonesia sebagai hubungan kemitraan yang komprehensif dan strategis. Kami menghargai kontribusi besar kerjasama dalam bidang pertahanan bagi meningkatnya hubungan bilateral kedua negara," ujar Reynolds.

Turut serta mendampingi Menhan RI pada pertemuan forum Indonesia-Australia Defence Ministers’ Meeting tersebut antara lain Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto, Irjen Kemhan Laksdya TNI (Purn) Didit Herdiawan, Dirjen Strahan Kemhan Mayjen TNI Rizerius Eko HS, Dirkersin Ditjen Strahan Kemhan Brigjen TNI I Putu Eka Asmara dan Atase Pertahanan RI di Camberra Laksma TNI Agus Rustandi. Turut pula Staf Khusus Menhan, Letjen TNI (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin dan Letjen TNI (Purn) Suryo Prabowo. (mdk/lia)

Baca juga:
Fadli Zon: Saya Sekarang Juru Bicara Rakyat
Prabowo Tunjuk 4 Jubir Khusus Gerindra
Sandiaga Pastikan Ketum Gerindra Tetap Prabowo
Sepak Terjang Luhut Panjaitan, Urusan Pilpres Hingga Munas Golkar
Kisah Kedekatan Megawati dan Prabowo
PKS Nilai Ucapan Megawati Soal Selamatkan Prabowo Kayak Merendahkan
Inilah Alat Pertahanan Buatan Indonesia yang Dipamerkan Menhan Prabowo

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.