Bakal Dipimpin Letjen, Ini Sejarah RSPAD Gatot Soebroto Dipimpin Letkol Hingga Mayjen

PERISTIWA | 14 November 2019 15:23 Reporter : Mardani

Merdeka.com - Sejumlah jabatan di TNI dan Polri tengah digodok oleh Men PAN RB Tjahjo Kumolo untuk dinaikan pangkatnya. Salah satunya adalah jabatan Kepala Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto alias RSPAD.

Jika sebelumnya jabatan Kepala RSPAD Gatot Soebroto diduduki perwira tinggi (pati) TNI berpangkat Mayjen, ke depan rencananya bakal diduduki pati dengan bintang tiga di pundak alias Letnan Jenderal (Letjen).

Berdasarkan sejarahnya, RSPAD Gatot Subroto sudah berkali-kali berganti nama sejak didirikan. Pangkat pemimpin RSPAD juga sejak pertama didirikan terus mengalami perubahan. Berikut ulasannya:

1 dari 5 halaman

Dipimpin Letkol

RSPAD di era Belanda bernama Leger Hospital Batavia. Usai pengakuan kedaulatan RI oleh Belanda pada 29 Desember 1949, Leger Hospital Batavia diserahkan ke TNI. Serah terima dilakukan pada 26 Juli 1950.

Nama Leger Hospital Batavia kemudian diubah menjadi Rumah Sakit Tentara Pusat (RSTP). RSTP adalah suatu lembaga di bawah Djawatan Kesehatan Tentara Angkatan Darat (DKTAD). Kemudian pada 1953 sebutan DKTAD berubah menjadi DKAD. Sebutan ini memengaruhi juga nama RSTP menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RUMKIT PUS-AD), namun singkatan yang lebih dikenal adalah RSPAD.

Di era awal, RSTP dipimpin oleh seorang Letkol Ckm dr Satrio (1950 -1952). Kemudian Letkol Ckm dr Reksodiwirjo Wijotoardjo (1952-1956). Terakhir, Letkol yang pernah memimpin RSPAD adalah Letkol Dr Mohammad Tarekat Prawirowijoto (1956-1959).

2 dari 5 halaman

Dipimpin Kolonel

Pangkat kepala RSPAD kemudian naik dari Letkol menjadi Kolonel pada 1959. Saat itu, kolonel pertama yang menjabat kepala RSPAD adalah Kolonel Dr R.M. Partomo (1959-1970).

Kemudian, Kolonel Dr. Frans Pattiasina (1970-1972) memimpin RSPAD setelah menggantikan Kolonel Dr R.M. Partomo pada 1970.

3 dari 5 halaman

Dipimpin Brigjen & Kolonel

Nama RSPAD kemudian berubah pada 1970. Saat itu RSPAD berganti nama menjadi Rumah Sakit Gatot Soebroto, disingkat Rumkit Gatot Soebroto.

Hal itu dilakukan TNI AD buat memberi penghormatan kepada tokoh TNI AD yang memiliki banyak jasa kepada prajurit yang sakit yakni mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Gatot Soebroto. Hal itu tertuang dalam Surat Keputusan Kepala Staf Angkatan Darat Nomor SKEP-582/X/1970 tanggal 22 Oktober 1970.

Kemudian, untuk membuat keseragaman sebutan nama-nama rumah sakit di lingkungan TNI Angkatan Darat, Kajankesad dengan surat edaran Nomor SE/18/VIII/1977 tanggal 4 Agustus 1977 menetapkan sebutan untuk Rumah Sakit Gatot Soebroto menjadi Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD Gatot Soebroto).

Saat bernama Rumah Sakit Gatot Soebroto (RSGS), perwira TNI yang memimpin RSPAD adalah Brigjen TNI Dr R Darmawan PS (1972-1973), Kolonel Ckm Dr RA Jusuf Djajakusuma (1973-1977).

Kemudian, saat bernama Rumah RSPAD Gatot Soebroto, perwira TNI yang memimpin adalah Kolonel Dr Kurnia Natadisastra (1977-1979), Brigjen TNI Dr. Samsi Jacobalis (1979-1983), Brigjen TNI Dr. Sumardi Katgopranoto (1983-1989), Brigjen TNI Dr. Toerseno Winarko A. (1989-1991), Brigjen TNI Dr. H. Djailani (1991-1993), Brigjen TNI Dr. Bondan Hariono, SpM. (1993-1995), Brigjen TNI Dr. H. Richard Paul, Sp.An., (1995-1997).

Lalu, Brigjen TNI Dr. Suyak Suganda, Sp.OG (1997-1998), Brigjen TNI Dr. Edy Herharun Sp.PD (1998-1999), Brigjen TNI Dr. A. Suharto Sp.BD., MARS. (1999-2000), Brigjen TNI Dr. Krismanto Prawirosumarto, Sp.RM, (2000-2000), Brigjen TNI dr. Adib Abdullah Yahya, M.Sc. (2000-2002), Brigjen TNI dr. Buddy H.W. Utoyo (2002-2003), Brigjen TNI dr. Mardjo Subiandono, Sp.B (2003-2005), Brigjen TNI dr. Djoko Riadi, Sp.B (2005-2008), Brigjen TNI dr. Supriyantoro, Sp.P (2008-2010).

Kemudian, Brigjen TNI dr. Chairunan Hasbullah, MARS (2010-2010), Brigjen TNI dr. Dedy Achdiat Dasuki Sp.M (2010-2010), Brigjen TNI dr. Komaruddin Boenjamin Sp.U (2010-2013), Brigjen TNI dr. S.T.H.M. Lengkong (2013-2013), Brigjen TNI dr. Douglas S. Umboh, MARS (2013-2014), Brigjen TNI dr. Ponco Agus Prasojo, Sp.B.KBD (2014-2015), dan Brigjen TNI dr. Hardjanto, Sp.B (2015-2015).

4 dari 5 halaman

Dipimpin Mayjen

Pangkat Kepala RSPAD Gatot Subroto kemudian naik menjadi bintang dua alias Mayjen pada 2015. Di era Jokowi ini Mayjen TNI dr. Terawan Agus Putranto, Sp.Rad (K), diangkat menjadi kepala RSPAD Gatot Subroto.

Mayjen TNI dr. Terawan Agus Putranto kemudian dipilih Jokowi menjadi Menteri Kesehatan pada periode kedua kepemimpinannya pada 2019. Terawan kemudian mebgajukan pensiun dini, lalu kemudian dinaikan pangkatnya oleh Jokowi menjadi Letnan Jenderal.

dr Terawan Agus Putranto sepertinya menjadi satu-satunya Mayjen yang pernah menjadi kepala RSPAD Gatot Subroto. Sebab, pemerintah berencana akan menaikkan pangkat Kepala RSPAD Gatot Subroto dari Mayjen menjadi Letjen.

5 dari 5 halaman

Letjen

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia (Men PAN RB) Tjahjo Kumolo tengah menggodok jabatan perwira tinggi di tubuh TNI dan Polri. Menurutnya, akan ada penambahan posisi bintang tiga. Dari yang sebelumnya dijabat oleh mereka yang berbintang dua, kini akan diisi pangkat bintang tiga.

"Misal Dokter Terawan kepala RSPAD kan bintang 3, Puspom juga bintang 3," kata Tjahjo saat ditemui saat panel Forkopimda Kemendagri di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (13/11).

Untuk di Kepolisian sendiri, posisi dipertimbangkan untuk dijabat satu tingkat lebih tinggi adalah Korps Brimob. Sebab Brimob akan ada penambahan anggota yang awalnya 48 ribu menjadi 60 ribu personel,

"Itu kalau dipimpin bintang 2 kan tidak pas, harus bintang 3," jelas Tjahjo. (mdk/dan)

Baca juga:
Ini Sejarah Kepangkatan Komandan Brimob dari Zaman Bung Karno Hingga Jokowi
Jokowi Kumpulkan Pangdam Se-Indonesia, Instruksikan Dukung Agenda Strategis Nasional
Rakornas Indonesia Maju, Panglima TNI dan Kapolri Bicara Keamanan Negara
Kakor Brimob, Kepala RSPAD dan Danpuspom TNI Bakal Diisi Jenderal Bintang 3
Viral Video Polisi di Palembang Adu Jotos dengan 2 TNI di Jalan
Moeldoko Sebut Kepala Staf Paling Pas Duduki Jabatan Wakil Panglima TNI